Keutamaan Bacaan Doa Niat Puasa Tasu'a Dan Asyura 9 10 Muharram 2018

Keutamaan Bacaan Doa Niat Puasa Tasu'a Dan Asyura 9 10 Muharram 2018 - Bulan Muharram merupakan bulan suci yang dipenuhi oleh keberkahan. Bulan Muharram disebutkan menjadi bulannya ALLAH SWT, serta disitulah Allah banyak memberi rahmat-NYA pada umat Muslim yang ingin menggerakkan perintah-perintah-NYA termasuk juga beribadah harus serta sunnah. Mendekati pertengahan bulan Muharram, yakni tanggal 10 Muharram merupakan waktu yang sangat pas untuk menggali banyak pahala. Diantaranya yakni puasa Asyura. Puasa yang mempunyai banyak keutamaan serta kelebihan.

Karena puasa pada bulan Muharram bukan adalah puasa harus, akan tetapi cuma puasa sunnah. Karena itu waktu baca lafadz tujuannya dapat dikerjakan saat malam hari sampai siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu dzuhur). Puasa digerakkan seperti puasa Ramadhan, yakni makan sahur pada pagi hari sebelum subuh serta berbuka sesudah adzan maghrib bergema.

Puasa tasu’a merupakan puasa sunnah yang dikerjakan di hari ke-9 muharram. Sedang puasa ‘asyura merupakan puasa sunnah di hari ke-10 Bulan Muharam. Imam Nawawi rahimahullah berkata jika bulan Muharram merupakan bulan yang sangat afdhol untuk berpuasa. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8 : 50. Di dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi –rahimahullah- membawakan hadits yang terkait dengan keutamaan serta saran puasa sunnah pada bulan Muharram, yakni puasa hari ‘Asyura (10 Muharram) serta Tasu’a (9 Muharram).

Keutamaan Puasa Asyura

عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال : ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu Qatadah – radhiyallahu ‘anhu -, jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tanya mengenai puasa hari ‘Asyura.

Beliau menjawab, “ (Puasa itu) Menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Saran Puasa Tasu’a

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata jika saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan puasa hari ’Asyura serta ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَو�'مٌ تُعَظِّمُهُ ال�'يَهُودُ وَالنَّصَارَى.

“Wahai Rasulullah, hari ini merupakan hari yang diagungkan oleh Yahudi serta Nashrani. ” Lalu beliau menyampaikan,

فَإِذَا كَانَ ال�'عَامُ ال�'مُق�'بِلُ – إِن�' شَاءَ اللَّهُ – صُم�'نَا ال�'يَو�'مَ التَّاسِعَ

“Apabila datang tahun kedepan –insya Allah (bila Allah menginginkan) – kita akan berpuasa juga di hari ke-9. ” Ibnu Abbas menyampaikan,

فَلَم�' يَأ�'تِ ال�'عَامُ ال�'مُق�'بِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Belum sampai tahun kedepan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam telah keburu wafat. ” (HR. Muslim no. 1134)

Arah Tidak Mirip (Tasyabbuh) dengan Yahudi

Mengapa semestinya memberikan dengan hari ke-9 untuk berpuasa?

Kata Imam Nawawi rahimahullah, beberapa ulama berkata jika tujuannya untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itu yang diperlihatkan dalam hadits diatas. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8 : 14.

Lebih Memiliki hak Muslim Di banding Yahudi

Sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau lihat jika beberapa orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Beliau juga menanyakan pada mereka mengenai hal itu. Karena itu beberapa orang Yahudi itu menjawab, “Hari ini merupakan hari di mana Allah sudah selamatkan Musa serta kaumnya, dan celakanya Fir’aun dan pengikutnya. Oleh karena itu kami berpuasa menjadi perasaan sukur pada Allah”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih memiliki hak pada Musa dibanding kalian”.

Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan orang yang sangat memiliki hak pada Nabi Musa dibanding beberapa orang Yahudi itu, karena mereka kafir pada Nabi Musa, Nabi Isa serta Muhammad.

Karena itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura serta memerintah manusia untuk berpuasa juga di hari itu.

Beliau juga memerintah untuk menyelisihi Yahudi yang cuma berpuasa di hari ‘Asyura, dengan berpuasa di hari ke-9 atau hari kesebelas bersama-sama dengan puasa di hari ke-10 (‘Asyura), atau ketiganya.

Tiga kondisi Melakukan Puasa Asyura

Oleh karenanya beberapa ulama seperti Ibnul Qayyim serta yang tidak hanya beliau mengatakan jika puasa ‘Asyura terdiri jadi tiga kondisi :

Berpuasa di hari ‘Asyura (10 Muharram) serta Tasu’ah (9 Muharram), ini yang sangat afdhal.
Berpuasa di hari ‘Asyura (10 Muharram) serta tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya dibanding yang pertama. Umumnya karena lewatkan Tasu’ah (9 Muharram).
Berpuasa di hari ‘Asyura saja, beberapa ulama memakruhkannya, karena Rasulullah memerintah untuk menyelisihi Yahudi. Akan tetapi beberapa ulama yang lainnya memberikan kemudahan (tidak menganggap makruh).

Hal seperti ini bisa kita mengerti dari hadis Rasulullah SAW. “Dari Ibnu Abbas RA berkata : ‘Nabi SAW datang di Madinah, karena itu beliau lihat beberapa orang Yahudi berpuasa hari Asyura’. Beliau menanyakan pada mereka : ‘Ada apakah ini? ’ Mereka menjawab, ‘Ini merupakan hari yang baik. Di hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Karena itu Nabi Musa berpuasa di hari ini. ’ Nabi SAW bersabda, ‘Saya lebih wajar dengan Nabi Musa dibanding kalian. Karena itu beliau berpuasa Asyura serta memerintah beberapa teman dekat untuk berpuasa Asura’. ” (HR. Bukhari serta Muslim).

Ke empat, meniadakan dosa satu tahun yang kemarin. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura saya meminta pada Allah supaya bisa meniadakan dosa satu tahun yang kemarin. ” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi berkata : “Keutamaannya meniadakan semua dosa-dosa kecil. Atau bisa disebutkan meniadakan semua dosa terkecuali dosa besar. ” (Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).

Dalam praktinya, ada tiga tingkatan dalam melakukan puasa Asyura, seperti yang diutarakan oleh al-Imam asy-Syaukani serta al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau menyampaikan, “Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa pada hari ke-10 saja, tingkatan ke-2 puasa pada hari ke-9 serta ke-10, serta tingkatan ke-3 puasa pada hari ke-9, 10, serta 11. ”

Mudah-mudahan Allah SWT memberi kesehatan jasmani serta rohani pada kita dan memberikan kemampuan agar bisa tingkatkan kualitas serta jumlah amal kita yang diantaranya merupakan melakukan beribadah puasa Asyura yang akan selekasnya hadir. Amin.