Jadwal Puasa Rajab 2019 Berapa Hari

Umat Islam disarankan untuk menunaikan beribadah puasa pada Bulan Rajab. Mereka disarankan untuk isi salah sebulan baik dalam Islam dengan beribadah puasa. Tapi bagaimana dengan jumlahnya hari serta ketetapan berkaitan waktu puasa Rajab?

Al-Quran serta hadits tidak menjelaskan dengan detil berkaitan jumlahnya hari serta ketetapan waktu puasa Rajab. Tidak ada ketetapan tentang hari apakah serta berapakah hari disarankan untuk puasa Rajab.

Tapi beberapa teman dekat Rasulullah SAW memakruhkan puasa Rajab satu bulan penuh. Hal seperti ini dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin di bawah ini :

وكره بعض الصحابة أن يصام رجب كله حتى لا يضاهي بشهر رمضان فالأشهر الفاضلة ذو الحجة والمحرم ورجب وشعبان

Berarti, “Sejumlah teman dekat Rasulullah SAW mengatakan makruh puasa Rajab satu bulan penuh supaya tidak mirip Bulan Ramadhan. Bulan-bulan utama itu Dzulhijjah, Muharram, Rajab, serta Sya‘ban, ” (Lihat Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Kairo : Darus Syi‘ib, tanpa catatan tahun, juz III, halaman 431).

Berdasar pada saran beberapa teman dekat Rasulullah SAW, kita dimakruhkan untuk menunaikan puasa Rajab satu bulan penuh. Tapi kalaupun kita berpuasa beberapa waktu di bulan Rajab, karena itu tidak makruh. Hal seperti ini dijelaskan oleh Sayyid Muhammad Az-Zabidi saat menjelaskan ungkapan Ihya’ Ulumiddin dalam karyanya Ithafus Sadatil Muttaqin di bawah ini :

وكره بعض الصحابة) رضوان الله عليهم (أن يصام) شهر (رجب كله حتى لا يضاهي بشهر رمضان) ولو صام منه أياما وأفطر أياما فلا كراهة (و الأشهر الفاضلة) الشريفة أربعة (ذو الحجة والمحرم ورجب وشعبان) وأفضلهن المحرم كما سبق عن النووي وقيل رجب وهو قول صاحب البحر ورده النووي كما تقدم

Berarti, “Sejumlah teman dekat) ridhwanullahi alaihim (mengatakan makruh puasa) bulan (Rajab satu bulan penuh supaya tidak mirip Bulan Ramadhan.) Tapi kalaupun seorang ingin berpuasa beberapa waktu di Bulan Rajab serta tidak berpuasa beberapa waktu, karena itu itu tidak makruh. (Bulan-bulan utama) yang mulia (itu) ada empat (Dzulhijjah, Muharram, Rajab, serta Sya‘ban). Yang paling penting dari semuanya merupakan Bulan Muharram seperti keterangan waktu lalu dari Imam An-Nawawi. Ada ulama yang menyampaikan jika yang paling penting merupakan Bulan Rajab, yakni saran penulis kitab Al-Bahr. Tapi pandangan ini tidak diterima oleh Imam An-Nawawi seperti uraian waktu lalu, ” (Lihat Sayyid Muhammad Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin, Beirut : Muassasatut Tarikh Al-Arabi, 1994 M/1414 H, juz IV, halaman 257).

Dari info ini, kita bisa menarik simpulan jika puasa Rajab bisa dikerjakan beberapa waktu. Sedang harinya tidak dipastikan. Wallahu a‘lam.