Bacaan Tata Cara Niat Doa Sesudah Sholat Dhuha Lengkap Waktunya

Sholat dhuha yaitu satu diantara sholat sunnah yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad Shalalahu alaihi wasalam dengan banyak keutamaannya. Sayangnya, banyak orang yang belum juga tahu mengenai keutaman dari doa sholat dhuha itu bahkan juga belum juga tahu langkah melakukan sholat dhuha sesuai sama ajaran Rasulullah. Tersebut tata langkah sholat dhuha, dzikir sesudah sholat dhuha, serta keutamaan atau fadhillah serta rahasia di balik sholat dhuha.

Prasyarat supaya sholat dhuha kita sah sama seperti seperti sholat yang lain. Sebelumnya lakukan sholat mesti suci dari hadats besar ataupun kecil. Bada dalam kondisi suci, tempat serta baju kita tak ada najis. Mesti tutup aurat. Kita mesti tahu kapan saat sholat dhuha ditangani. Paling akhir menghadap ke arah kiblat.

Saat sholat dhuha diawali saat matahari naik hingga cenderung ke arah barat. Bila di Indonesia saat shalat dhuhanya dari sebagian jam mulai sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit mendekati dhuhur.

Didalam fikih minhaji Imam Assyafi’i menjelaskan bahwasannya saat yang terbaik pertanda padang pasir merasa panas serta anak-anak unta beranjak.

Menurut pendapat Syaikh Musthafa Al Bugha bersama 4 ulama yang lain didalam Muzhatul Muttaqin menjelaskan : “ Saat sholat dhuha mulainya dari matahari mulai meninggi sampai matahari dekat pada tempat tengah. Lebih intinya adalah saat matahari meninggi serta merasa panasnya. "

Berdasar pada keterangan diatas saat terbaik untuk melakukan shola dhuha adalah lebih kurang jam 09. 00 WIB untuk daerah DKI Jakarta, serta jam 08. 30 WIB untuk daerah Surabaya.

Kemauan Sholat Dhuha

Semua ualam setuju bahwasannya tempat niatu uty berada di hati. Kemauan yang cuma di lafalkan saja kurang. Lafal kemauan bukanlah satu sayart. Tujuannya, kemauan tidak mesti di lafalkan. Walau demikian, jumhur ulama terkecuali dari madzhab Maliki, hukumnya yaitu sunnah dengan maksud untuk menolong hati agar meneguhkan kemauan.

Dalam madzhab Maliki terbaik kemauan tidak di lafalkan sebab tak ada contoh dari Nabi Shalalahu alaihi wasalam.

Didalam madzhab Imam Syafi’i, lafal kemauan sholat dhuhanya jadi di bawah ini :

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَك�'عَتَي�'نَ مُس�'تَق�'بِلَ ال�'قِب�'لَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

(Usolli sunnatadh dhuha rokataini mustaq bilal qiblati adaan lilahita’ala)
Berarti : “Saya kemauan sholat sunnah dhuha 2 rakaat menghadap ke kiblat karna Allah“

Tata Langkah Shola Dhuha

Langkah kerjakan shalat dhuha adalah dengan 2 rakaat salam dua rakaat salam. Untuk jumlah rakaat minimum ditangani 2 rakaat. Kadang-kadang Rasul kerjakan 4 rakaat, kadang-kadang juga 8 rakaat. Tapi, ada beberapa ulama juga yg tidak mebatasinya. Ada yang berkata 12 rakaat, serta ada pula yang dapat semakin banyak sekali lagi hingga saat dhuha usai.

Tata langkah sholat dhuha sama dengan sholat sunnah 2 rakaat pada umumnya, yaitu :

Punya niat dalam hati
Takbiratul ikhram, sebaiknya dilanjut doa iftitah
Baca surat Al Fatihah
Baca surat atau ayat Al Qur’an.
Ruku’ dengan tuma’ninah
I’tidal dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah
Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
Sujud ke-2 dengan tuma’ninah
Berdiri untuk menunaikan rakaat kedua
Membaca surat Al Fatihah
Membaca surat atau ayat Al Qur’an.
Ruku’ dengan tuma’ninah
I’tidal dengan tuma’ninah
Sujud dengan tuma’ninah
Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
Sujud ke-2 dengan tuma’ninah
Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
Salam

Bacaan Surat Sholat Dhuha

Beberapa ulama memilik pendapat kalau tidak ada hadist yang shaih yang menyarankan untuk membaca surat spesifik dalam kerjakan shalat dhuha. Lain dengan sholat subuh serta sholat jumat yang ada panduan yang disunnahkan di baca waktu rakaat ke satu serta ke-2. Untuk sholat dhuha sendiri tak ada ketentuannya.

Pendapat yang menyarankan untuk membaca surat asy Syams di rakaat pertama serta membaca surat Ad Dhuha pada rakaat ke-2 berdasar pada riwayak di bawah ini :
“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yakni surat Was syamsi wadhuhaa haa serta surat Adh dhuha. " (HR. Ad Dailami dari Uqbah bin Amr, tercantum dalam Jami’ul Ahadits)

Beberapa ulama mengatakan kalau hadits itu dhaif. Bahkan juga menurut Syaikh Al Alabani dalam kitabnya Shaih wa Dha’if Jamius Shaghir, hadits itu maudhu atau hadits yang palsu.

Doa Sholat Dhuha

Sesungguhnya tak ada doa yang khusu yang Nabi sampaikan setelah sholat dhuha. Hal semacam ini yang mengakibatkan beberapa ulama tidak mencantunkan doa setelah sholat dhuha pada kitab fikihnya. Seperti Fiqih Manhaji Imam Syafi’i, Fiqih Islam wa Adillatuhu, atau Fikih 4 Madzhab. Hingga diijinkan untuk berdoa apa sajakah asal yang baik-baik.

Di kelompok masyarak Indonesia ada doa sholat dhuha yang popular, yaitu :

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَال�'بَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَال�'جَمَالَ جَمَالُكَ، وَال�'قُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَال�'قُد�'رَةَ قُد�'رَتُكَ، وَال�'عِص�'مَةَ عِص�'مَتُكَ. اَللهُمَّ اِن�' كَانَ رِز�'قَى فِى السَّمَآءِ فَأَن�'زِل�'هُ وَاِن�' كَانَ فِى ا�'لاَر�'ضِ فَأَخ�'رِج�'هُ وَاِن�' كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّر�'هُ وَاِن�' كَانَ حَرَامًا فَطَهِّر�'هُ وَاِن�' كَانَ بَعِي�'دًا فَقَرِّب�'هُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُد�'رَتِكَ آتِنِى�' مَآاَتَي�'تَ عِبَادَكَ الصَّالِحِي�'نَ

“Ya Allah, sebenarnya saat dhuha yaitu saat dhuha-Mu, keagungan yaitu keagungan-Mu, keindahan yaitu keindahan-Mu, kemampuan yaitu kemampuan-Mu, penjagaan yaitu penjagaan-Mu, Ya Allah, jika rejekiku ada diatas langit jadi turunkanlah, jika ada didalam bumi jadi keluarkanlah, jika sulit mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu serta kemampuan-Mu, berilah kepadaku apa yang Engkau beri pada hamba-hambaMu yang shalih ".

Doa ini tidak datang dari hadits Nabi Shalalahu alaihi wasalam. Doa ini tercantum oleh Asy Syarwani didalam kitabnya Syarh Al Minhaj serta dijelaskan juga oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Sholat Dhuha Berjamaah

Beberapa ulama memiliki pendapat bahwasannya shalat sunnah diijinkan dengan berjamaah atau sendiri sebab Nabi Shalalahu alaihi wasalam sempat kerjakan keduanya, walau demikian yang seringkali dikerjakan oleh Nabi yaitu dengan kerjakan sholat sendirian atau munfarid. Pada dasarnya shalat sunnah intinya dikerjakan dengan sendirian serta lebih intinya sekali lagi ditangani di ruamh. Rasulullah Shalalahu alaihi wasalam bersabda :

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُم�' ، فَإِنَّ أَف�'ضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ ال�'مَر�'ءِ فِى بَي�'تِهِ إِلاَّ ال�'مَك�'تُوبَةَ

“Hendaklah kalian manusia melakukan shalat (sunnah) dirumah kalian karna sebaik-baik shalat yaitu shalat seorang di tempat tinggalnya terkecuali shalat harus. " (HR. Bukhari no. 731)

7 Keutamaan atau Fadhilah Sholat Dhuha

Di bawah ini 7 keutamaan untuk orang yang umum kerjakan sholat dhuha :
keutamaan fadhilah sholat dhuha

1. Sholat dhuha adalah satu diantara wasiat Nabi Muhammad Shalalahu alaihi wasalam

Teman dekat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, berkata :

Nabi Shalalahu alaihi wasalam mewasiatkan pada aku 3 hal yakni : puasa tiga hari tiap-tiap bln., sholat dhuha 2 rakaat, serta sholat witir sebelumnya tidur.
2. Ganti sedekah dengan semua persendian

Nabi Shalalahu alaihi wasalam bersabda yang berarti “Pada pagi hari semua persendian kalian mesti disedekahkan. Tiap-tiap bacaan tasbih (subhanallah) dapat jadi sedekah, tiap-tiap bacaan tahmid (alhamdulillah) dapat jadi sedekah, tiap-tiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) dapat jadi sedekah, serta tiap-tiap bacaan takbir (Allahu akbar) dapat juga jadi sedekah. Demikian halnya amar ma’ruf (mengajak pada ketaatan) serta nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) yaitu sedekah. Ini semuanya dapat diwakili dengan mengamalkan sholat Dhuha dua rakaat " HR. Muslim.

3. Sholat dhuha adalah rutinitas orang yang menyukai bertaubat

Rasulullah Shalalahu alaihi wasalam bersabda yang berarti “sholatnya beberapa orang yang menyukai bertaubat yaitu sholat ketika anak unta kepanasan karna sinar matahari. " HR. Muslim.

4. Jaminan dipenuhinya keperluan di sore harinya

Rasulullah Shalalahu alaihi wasalam bersabda “Allah Ta’ala berfirman yang berarti : : Wahai anak Adam, jangan sampai engkau tinggalkan 4 rakaat sholat dimuka siang (di saat dhuha). Jadi itu juga akan mencukupimu diakhir siang. " HR. Ahmad.

5. Memperoleh pahala seperti orang yang haji serta umroh

Nabi Shalalahu alaihi wasalam bersabda yang berarti “ Barangsiapa yang melakukan sholat shubuh dengan berjamaah lantas duduk sembari berdzikir lalu ia melakukan sholat 2 rakaat, jadi ia seperti peroleh pahala haji serta umroh. Beliau juga bersabda, “Pahala yang prima, prima, serta prima. " HR. Tirmidzi.

6. Sholatntya beberapa Awwabin (Orang yang kembali patuh)

Nabi Shalalahu alaihi wasalam bersabda yang berarti “Tidaklah melindungi sholat sunnah Dhuha tetapi awwab (orang yang kembali patuh). Berikut sholat awwabin. " HR. Ibnu Khuzaimah.

7. Memperoleh pahala seperti orang yang memperoleh banyak harta rampasan perang

Rasulullah Shalalahu alaihi wasalam mengutus sekumpulan pasukan perang, lantas utusan ini membawa banyak harta rampasan perang serta pulangnya cepat. Beberapa teman dekat berkomentar, “Wahai Rasulullah, kami tidak sempat lihat pasukan yang lebih cepat membawa ghanimah melibihi utusan ini. " Lalu Rasulullah menjawab : “Maukah aku berikan kondisi yang lebih cepat pulang membawa kemenangan serta semakin banyak membawa rampasan perang? Yaiut seorang berwudhu dengan prima di tempat tinggalnya lalu pergi ke masjid lantas (tetaplah di masjid) serta disudahi dengan sholat Dhuha. Jadi orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan serta semakin banyak rampasan perangnya. " HR. Abu Ya’la.

Mudah-mudahan saja Allah mempermudah kita selalu untuk istiqomah untuk menggerakkan beribadah sholat dhuha