Pahala Tata Cara Bacaan Doa Niat Puasa sebelum Idul Adha 2018

Masuk hari raya Haji atau kurban mendatang sekian hari sekali lagi, sekarang ini kaum muslim tengah lakukan persiapan. Satu diantaranya yaitu dengan melakukan puasa asyura Idul Adha.Terkecuali menggerakkan puasa Dzulhijjah pada tanggal 1-7 Dzulhijjah, nanti beberapa kaum muslim akan melakukan puasa dua hari pada tanggah 8 serta 9 yang dimaksud dengan puasa Arafah serta Tarwiyah.

Tidak seperti puasa ramadhan yang hukumnya harus, puasa idul adha yang juga akan dikerjakan besok hukumnya sunah. Di mana bila puasa itu dikerjakan jadi orang terebut juga akan memperoleh pahala, namun bila tidak dikerjakan jadi akan tidak memperoleh apa-apa serta tidak berdosa.

Puasa Dzulhijjah atau Tarwiyah dilaksanakn pada tanggal 8 Dzulhijjah Sdangkan puasa Arafah dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Walau demikian, satu hadist mengatakan bila Puasa Idul Adha dapat digerakkan sepanjang 10 hari dimuka bln. Dzulhijjah. ” Tidak ada hari-hari di mana amal baik yang ditangani di dalamnya itu lebih disayangi Allah di banding hari-hari ini (10 hari awal Dzuhijjah) ”.

Hal itu juga menyebabkan pertanyaan dari beberapa teman dekat “Bahkan tambah baik dari jihad wahai Rasul? ”. Merasakan pertanyaan itu, Rasulullah SAW juga memberi keterangan “Lebih dari Jihad! Terkecuali orang yang keluar dari tempat tinggalnya untuk berjihad dengan harta serta jiwanya serta ia tidak kembali sekali lagi (mati syahid) ”, (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah).

baca ini : Ini Kelebihan serta Beberapa Sinyal Datangnya Malam Lailatul Qadar di Bln. Suci Ramadhan!

Meskipun puasa dalam 10 hari dimuka Dzulhijjah demikian baik faedahnya, walau demikian bila kaum muslim cuma puasa di hari ke 8 serta 9 juga tidak apa-apa.

Namun kaum muslim mesti ingat bila Puasa Idul Adha cuma dapat dikerjakan pada dua hari itu, pasalnya di taggal 10 Dzulhijjah telah masuk hari Raya hingga diharamkan untuk berpuasa. Nah buat kalian yang juga akan puasa besok, kita telah siapin nih guys tujuannya buat kalian!.

Kemauan puasa Dzulhijjah Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَي�'تُ صَو�'مَ التَّر�'وِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Di baca : “Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan lillahita’aala” Berarti Kemauan saya berpuasa Tarwiyah Sunnah karna Allah Ta’ala.

Kemauan puasa Dzulhijjah Arafah tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَي�'تُ صَو�'مَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Di baca : “Nawaitu Sahauma Arafata Sunnatan lillahita’aala” Berarti Kemauan saya puasa Arafah sunnah karna Allah ta’ala.

TIAP mendekati Idul Adha atau Idul Qurban, umat Islam disunahkan perbanyak puasa sunah, terutama puasa satu hari sebelumnya Idul Adha, yakni tanggal 9 Dzulhijjah, yang di kenal dengan sebutan Puasa Arofah.

Dimaksud Puasa Arafah karna 9 Dzulhijjah umat Islam yang tengah melakukan beribadah haji berkumpul di Padang Arofah untuk Wukuf manfaat kembali kenang mengingati kembali momen di mana Adam serta Udara sudah di turunkan ke bumi.

Puasa tanggal 9 Dzulhijjah di kenal dengan sebutan Puasa Arafah. Puasa Arafah senantiasa dikerjakan Nabi Muhammad Saw.

“Aku mengharapkan atas Allah dengannya (puasa arofah) juga akan menghapuskan dosa th. terlebih dulu serta th. sesudahnya” (HR. Muslim).

“Puasa hari Arofah bisa menghapuskan dosa dua th. yang sudah terlepas serta akan tiba, serta puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa satu tahun yang terlepas. ” (HR. Muslim)

Dalam bln. ini ada pula yang dimaksud puasa sunah Tarwiyah. Puasa Tarwiyah dikerjakan pada hari Tarwiyah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah.

Namun, beberapa ulama hadits menyebutkan, hadits mengenai tarwiyah ini lemah atau dhoif (kurang kuat riwayatnya).

Umumnya ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif itu dengan maksud fadla’ilul a’mal (untuk peroleh keutamaan amal baik), serta sepanjang hadits itu tidak terkait dengan problem akidah serta hukum.
Disyariatkan juga pada hari-hari mendekati Idul Adha perbanyak takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), serta tahlil (Laa ilaha ilallah) berdasar pada sabda Nabi Saw :

“Tidak ada hari-hari yang lebih mulia di bagian Allah serta disayangi oleh-Nya untuk beramal shalih kepadanya dari pada hari-hari yang sepuluh ini, jadi perbanyaklah oleh kalian kepadanya tahlil, takbir, serta tahmid” (HR. Ahmad). (Sumber : Majmu Fatawa Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz).

Histori Arafah

Arafah yaitu padang pasir yang menaruh histori manusia. Dulu, Nabi Ibrahim menginginkan kelahiran anak.

Jauh sebelumnya kehidupan Nabi Ibrahim a. s., Padang Arafah jadi panduan untuk Nabi Adam serta Siti Udara. Sesudah meninggalkan surga, keduanya hidup berpencar.

Malaikat mengarahkan mereka untuk menuju Arafah. Disana keduanya mesti bertaubat, memohon ampunan Allah atas dosa-dosa yang diperbuat.

Adam serta Udara sudah menelan buah Khuldi yang dilarang, hingga mereka meninggalkan surga. Lalu hidup di bumi.

Prof M Mutawalli asy-Sya'rawi dalam al-Hajjul Mabrur menyebutkan, sesudah Adam serta Udara kembali dengan di Arafah, keduanya tidak sekali lagi berpisah sampai akhir hayat.

Keduanya keduanya sama memohon ampunan Allah. Dalam Alquran dijelaskan, " Keduanya berkata, Ya Tuhan, kami sudah menganiaya diri kami sendiri, apabila Engkau tidak mengampuni kami serta berikan rahmat pada kami, pasti pastinya kami termasuk juga beberapa orang yang tidak untung. " (QS al-A'raf : 23).

Lalu disebutkan, Adam serta Udara sudah mengetahui ('Arafa) dosanya. Mereka juga ketahui langkahnya bertobat.

Cerita Ibrahim serta Adam keduanya sama menunjukkan arti, Arafah yaitu tempat untuk mendekatkan diri pada Allah. Manusia tidak cuma pikirkan dianya, atau orang yang lain. Mereka harus juga merenungkan dosa-dosa yang sempat diperbuat. Mereka lalu memohon ampunan Allah, seperti yang dikerjakan Adam, Udara, serta Ibrahim, di Arafah.