Pengertian Tata Cara Bacaan Niat Tayamum Bagi Orang Sakit Yang Benar

Advertisement
Advertisement
Islam yaitu agama samawi, agama yang bertuhan satu yakni Allah SWT. Haram hukumnya menyembah terkecuali pada Allah SWT. Allah membuat semua alam serta seisinya, Allah SWT juga buat ketentuan yang baik serta jelek. Allah SWT memperbolehkan yang baik, serta melarang yang jelek. Semua ketentuan di buat untuk kebaikan untuk hambanya, agar hambanya memahami apa sebanarnya Peranan Agama dalam Maksud Penciptaan Manusia, Rencana Manusia dalam Islam, Inti Penciptaan Manusia, Sistem Penciptaan Manusia dan Inti Manusia Menurut Islam.
ads

Semua mesti kita patuhi, lakukan serta kerjakan, serta semua mesti dikerjakan sesuai sama Basic Hukum Islam, Peranan Assunah Dalam Alquran, serta Sumber Syariat Islam agar kita jadi muslim dapat Berhasil Dunia Akhirat Menurut Islam yang sesuai sama Langkah Berhasil Menurut Islam. Namun beda perihal dengan maksud Allah membuat manusia, karna tidak semua manusia dapat untuk mengerti Maksud Penciptaan Manusia tersebut. Adapaun ketentuan yang perlu kita patuhi adalah seperti konsumsi satu Makanan Halal, minuman halal, serta tidak konsumsi minuman atau Makanan Haram Dalam Islam. Diluar itu kita harus juga memahami bagaimana caranya bersuci atau menyucikan diri, dengan berwudhu atau bertayamum jadi pengganti wudhu misalnya. Wudhu adalah satu prasyarat sah sholat, baik shalat fardhu maupun Shalat Sunnah

Wudhu yaitu prasyarat sah yang perlu dikerjaan kebanyakan orang sebelumnya sholat. Wudhu yaitu bersihkan bagian tubuh tertentu dari hadast kecil dengan memakai air. Serta ketika seorang akan sholat namun ia tidak menggerakkan prasyarat ini, maka sholat yang ia lakukan sifatnya tidak sah.

Bacaan Sebelumnya Kemauan Wudhu :

اَعُو�'ذُبِاللهِ مِنَ الشَّي�'طَانِ الرَّجِي�'مِ – بِس�'مِ اللهِ الرَّح�'مٰنِ الرَّحِي�'مِ

Bacaan Do’a/Kemauan Wudhu :

نَوَي�'تُ ال�'وُضُو�'ءَلِرَف�'عِ ال�'حَدَثِ ال�'اَص�'غَرِفَر�'ضًالِلّٰهِ تَعَالٰى

“Aku kemauan berwudhu untuk menyingkirkan hadats kecil, fardhu karna Allah. ”

Bacaan Do’a Setelah Wudhu :

اَش�'هَدُ اَن�' لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَح�'دَهُ لَاشَرِي�'كَ لَهٗ وَاَش�'هَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَب�'دُهٗ وَرَسُو�'لُهٗ، اَللّٰهُمَّ اج�'عَل�'نِي�' مِنَ التَّوَّابِي�'نَ، وَاج�'عَل�'نِي�' مِنَ ال�'مُتَطَهِّرِي�'نَ، وَج�'عَل�'نَي�' مِنَ عِبَادِكَ الصَّالِحِي�'نَ سُب�'حَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَم�'دِكَ اش�'هَدُاَن�' لَااِلٰهَ اِلَّاَن�'تَ اَس�'تَغ�'فِرُكَ وَاَتُو�'بُ اِلَي�'كَ

“Aku bersaksi tidak ada Tuhan tetapi Allah yang Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Serta aku bersaksi kalau Nabi Muhammad yaitu hamba-Nya serta utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang pakar taubat, serta jadikanlah aku orang yang suci serta jadikanlah aku dari kelompok hamba-hamba-Mu yang shaleh. ”
Fadhilah Dari Wudhu

Wudhu yaitu satu amalan yang enteng timbangannya, namun ada hikmah atau fadhilah besar di balik wudhu. Wudhu dapat menghapuskan dosa kecil dan mengangkat derajat manusia di akhirat, seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :

عَن�' أَبِي هُرَي�'رَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُم�' عَلَى مَا يَم�'حُو اللَّهُ بِهِ ال�'خَطَايَا وَيَر�'فَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِس�'بَاغُ ال�'وُضُوءِ عَلَى ال�'مَكَارِهِ وَكَث�'رَةُ ال�'خُطَا إِلَى ال�'مَسَاجِدِ وَان�'تِظَارُ الصَّلَاةِ بَع�'دَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُم�' الرِّبَاطُ

“Maukah kalian aku perlihatkan mengenai suatu hal (amalan) yang dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa, serta mengangkat derajat-derajat? ” Mereka berkata, “Mau, wahai Rasulullah!! ” Beliau bersabda, “ (Amalan itu) yaitu menyempurnakan wudhu’ di waktu yang tidak mengasyikkan, banyak langkah menuju masjid, serta menanti sholat sesudah menunaikan sholat. Tersebut pos penjagaan”. HR. Muslim (586)

Rasulullah SAW sudah memberi satu berita yang mengagumkan, Rasul menyebutkan bila satu hari kelak di Padang Mahsyar beliau juga akan gampang mengetahui ummatnya. Karna ummat Rasulallah SAW nantinya juga akan bersinar tubuhya, hal semacam ini dikarenakan oleh air wudhu yang membersihkan anggota badan mereka semasa hidup di dunia.

تَب�'لُغُ ال�'حِل�'يَةُ مِن�' ال�'مُؤ�'مِنِ حَي�'ثُ يَب�'لُغُ ال�'وَضُوءُ

“Perhiasan (cahaya) seseorang mukmin juga akan menjangkau tempat yang diraih oleh wudhu’nya”. Muslim dalam Ath-Thoharoh, bab : Tablugh Al-Hilyah haits Yablugh Al-Wudhu’ (585)
Bagaimana Bila Tidak Ada Air Untuk Berwudhu ?

Wudhu adalah prasyarat sahnya sholat, apabila seorang tidak berwudhu sebelumnya sholat maka sholat itu tidak sah. Namun bagaimana bila tak ada air untuk bersuci atau berwudhu sebelumnya melakukan sholat? Allah SWT yaitu maha pengasih sekali lagi maha penyayang. Allah SWT sudah mengatur semua suatu hal yang berada di bumi, mengatur semua suatu hal apa yang perlu berlangsung serta apa yang akan tidak berlangsung. Allah SWT sudah memberi batasan mengenai apa yang bisa ditangani serta tidak bisa ditangani misalnya seperti berwudhu. Allah SWT memperbolehkan manusia bersuci dengan terkecuali dengan air, yakni lewat cara bertayamum.

Tayamum berarti pengganti dari wudhu yang semestinya memakai air dalam bersuci, lantas digantikan dengan debu yang bersih. Serta yang diijinkan jadi alat tayamum yaitu tanah suci yang berdebu, atau dapat pula dengan batu yang pecah jadi pasir. Bertayamum tidak diijinkan memakai tanah yang berlumpur, yang ada sampah atau kotorannya.

Tayamum berbentuk sesaat ketika tak ada air yang dapat dipakai untuk bersuci. Serta jika air telah ada, maka harus hukumnya untuk memprioritaskan pemakaian air untuk bersuci. Bila seorang telah terlanjur bertayamum serta sholat, maka ia tidak harus mengulangi sholatnya. Hal semacam ini berdasar pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari teman dekat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu,

خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ ، فَحَضَرَت�' الصَّلَاةُ – وَلَي�'سَ مَعَهُمَا مَاءٌ – فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا ، فَصَلَّيَا ، ثُمَّ وَجَدَا ال�'مَاءَ فِي ال�'وَق�'تِ ، فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَال�'وُضُوءَ ، وَلَم�' يُعِد�' ال�'آخَرُ ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ لِلَّذِي لَم�' يُعِد�' : أَصَب�'ت السُّنَّةَ وَأَج�'زَأَت�'ك صَلَاتُك وَقَالَ لِل�'آخَرِ : لَك ال�'أَج�'رُ مَرَّتَي�'نِ

Ada dua orang lelaki yang bersafar. Lalu tibalah waktu shalat, sesaat tak ada air di sekitaran mereka. Lalu keduanya bertayammum dengan permukaan tanah yang suci, lantas keduanya shalat. Kemudian keduanya temukan air, sesaat waktu shalat masih tetap ada. Lantas satu diantara keduanya berwudhu serta mengulangi shalatnya, sedang satunya tidak mengulangi shalatnya.

Keduanya lantas menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta bercerita yang mereka alami. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pada orang yg tidak mengulangi shalatnya, “Apa yang anda kerjakan sudah sesuai sama sunnah serta shalatmu sah”. Lalu Beliau menyebutkan pada yang mengulangi shalatnya, “Untukmu dua pahala. ” (HR. Abu Daud serta dishahihkan al-Albani)

Tayammum telah disyari’atkan di dalam islam dengan berdasar pada dalil al-Qur’an, sunnah serta Ijma’ (perjanjian) golongan muslimi, Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 6 serta sabada Rasulullah SAW.

وَإِن�' كُن�'تُم�' مَر�'ضَى أَو�' عَلَى سَفَرٍ أَو�' جَاءَ أَحَدٌ مِن�'كُم�' مِنَ ال�'غَائِطِ أَو�' لامَس�'تُمُ النِّسَاءَ فَلَم�' تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَام�'سَحُوا بِوُجُوهِكُم�' وَأَي�'دِيكُم�' مِن�'هُ

Berarti :

Apabila anda sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan tubuh dengan wanita, lantas anda tidak peroleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih) ; sapulah mukamu serta tanganmu dengan tanah itu. (QS. Al Maidah : 6).

Sabda Rasulullah SAW :

وَجُعِلَت�' تُر�'بَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَم�' نَجِدِ ال�'مَاءَ

Berarti :

Jadikan untuk kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam) permukaan bumi jadi thohur/suatu hal yang dipakai untuk besukci (tayammum) bila kami tidak menjumpai air. (HR. Muslim no. 522)
Tata Langkah Tayamum

Allah SWT sudah mengatur semua suatu hal yang halal serta yang haram, mana yang baik serta tidak baik. Mnegatur mana yang diijinkan serta mana yg tidak diijinkan. Demikian halnya bertayamum yang diijinkan jadi pengganti wudhu ketika tak ada air, serta berikut tata langkah tayamum yang benar.

Membaca basmalah
Lekatkan ke-2 telapak tangan dengan merengganggkan jari pada tanah atau debu.
Angkat tangan mu serta tiup ke-2 telapak tangan yang telah melekat pada debu, atau gosokkan pada baju dengan perlahan-lahan. (Bila meniup, tiuplah kearah beda dari tempat ambil debu)
Baca do’a atau kemauan tayamum.
Gosokkan debu di wajah.
Gosokkan debu pada telapak tangan.
Ambillah debu sekali lagi serta kerjakan seperti langkah ke 3 di atas.
Gosokkan debu ke lengan kanan serta kiri

Kapan Diijinkannya Bertayamum?

Allah SWT tlah membuat semua suatu hal didepan bumi ini dengan tata ketentuan yang indah, demikian halnya dengan apa yang bisa serta apa yg tidak bisa dikerjakan. Tayamum yaitu hal yang diijinkan, namun hal itu mesti sesuai sama ketetapan kapan waktu-waktu yang pas serta diijinkannya lakukan tayamum.

Ketika tengah safar
Tak ada air yang ada/susah memperoleh air
Air yang membahayakan suhunya seperti air panas misalnya
Persediaan air menipis, serta hanya ada untuk minum
Sakit serta tidak diijinkan terserang air

Prasyarat Sah Mengerjakannya Tayamum

Allah SWT menyukai hambanya yang senantiasa melindungi wudhu, serta seseorang hamba harus juga memahami benar seperti apa prasyarat sah dari wudhu. Namun bagaimana bila tak ada air yang dapat dipakai untuk berwudhu?? Tayamum yaitu hal yang bisa dikerjakan jika tak ada air untuk berwudhu, tapi tetaplah perhatikan bagaimana prasyarat sah lakukan tayamum.

Jam telah masuk waktu sholat
Bersuci dengan debu dari najis
Argumen bertayamum pas serta tidak dibuat-buat
Telah berupaya mencari air

Sunnah Bertayamum

Dalam semua suatu hal alangkah sebaiknya bila kita memulai suatu hal dengan bacaan basmallaah, demikian halnya dengan waktu lakukan tayamum. Mengenai sunnah-sunnah yang ada pada tayamum yaitu seperti berikut.

Membaca basmallah serta doa bertayamum

نَوَي�'تُ التَّيَمُّمَ لاِس�'تِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَر�'ضً ِللهِ تَعَالَى

TArtinya :
Berniat aku bertayammum untuk lakukan shalat fardhu karna Allah Ta’ala

Menghadap kea rah kiblat
Lakukan tata langkah bertayamum dengan baik serta benar

Perkara yang membatalkan Tayamum

Tayamum yaitu pengganti wudhu, serta karenanya kita harus juga tahu apa sajakah perkara yang bisa membatalkan tayamum.

Semua perkara yang membatalkan wudhu, juga akan sama dengan perkara yang membatalkan tayamum.
Lihat air sebelumnya shalat, terkecuali karna sakit.
Bepura-pura tak ada air.

Nah saat ini telah tahukan bagaimana caranya tayamum jadi pengganti wudhu sebelumnya melakukan sholat. Sebelumnya melaksanan tayamum perhatikan dulu prasyarat sah bertayamum, sunnah serta tata langkah bertayamum dengan baik serta benar sesuai sama Peranan Al-Quran dalam Kehidupan Keseharian.

Advertisement