Bacaan Sholat Niat Puasa

Tabel Bacaan Doa Ayat Asmaul Husna 99 Nama Allah

Rasulullah Saw. sudah menyampaikan kabar jika Allah Swt. memiliki sembilan puluh sembilan nama, serta barangsiapa bisa menghapalnya atau menghitungnya akan masuk surga. Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah diriwayatkan jika Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya akan masuk surga.” (H.R. Bukhari) serta ditambahkan, ”Dia (Allah) itu ganjil, yang suka pada semuanya yang ganjil.” (H.R Bukhari).

Tidak ada satu juga hadis sahih yang Rasulullah merinci beberapa nama itu. Kalau ada yang merincinya, kisah itu lemah. Beberapa nama Allah menyebar didalam Al-Quran serta sunah Rasulullah Saw. Dengan hadis itu, Rasulullah menggerakkan kelompok ulama untuk mengumpulkan beberapa nama ini dengan keinginan mendapatkan pahala yang Rasulullah janjikan menjadi orang yang mengkalkulasi serta menghafalnya.

Beberapa beberapa ulama mengambil keputusan jika jumlahnya asmaul husna ada sembilan puluh sembilan nama, ada pula beberapa ulama mengatakan lebih dari jumlahnya itu. Bahkan juga, ada yang memiliki pendapat banyaknya lebih dari dua ratus nama. Akan tetapi, umumnya dari jumlahnya itu tidak cocok jika beberapa nama itu dimasukkan ke kelompok beberapa nama Allah. Menurut Nashir Makarim As-Syirazi dalam tafsirnya Al-Amtsal fi Tafsir Kitabullah Al-Munzal, beliau menyampaikan, “Sekelompok ulama sudah berupaya menghimpun beberapa nama yang indah itu dari Al-Quran. Walau sebenarnya, dalam Al-Quran ada beberapa nama sifat-sifat Allah lebih dari sembilan puluh sembilan”[2].

Karena terjadinya ketidaksamaan ini ada dua, di antaranya[3]:

Pertama, keterangan dari hadis diatas jika jumlahnya beberapa nama Allah itu sembilan puluh sembilan, tidak lebih. Beberapa ulama lalu mengerti jika yang disebut dengan “….sembilan puluh sembilan nama, barangsiapa mengkalkulasi serta menghapalnya, jadi ia akan masuk surga” ialah satu kalimat yang berarti barangsiapa bisa mengkalkulasi sembilan puluh sembilan nama ini dari banyaknya beberapa nama Allah yang ada, jadi dia akan masuk surga. Mereka tidak juga memberikan batasan tegas pada jumlahnya beberapa nama yang sudah di turunkan dalam agama kita. Beberapa ulama memiliki pendapat jika jumlahnya dari beberapa nama itu ialah sembilan puluh sembilan, tidak lebih, seperti yang ada didalam Al-Quran serta sunah. Adapula opini mengatakan jika yang disebut dengan ahshaha itu ialah mengerti serta mengamalkan apakah yang dituntunnya. Contohnya, saat menyebutkan nama Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rizki), jadi dia terasa meyakini jika rizki itu datang dari Allah. Saat menyebutkan nama An-Nafi serta Adh-Dharr, dia tahu jika kebaikan serta kejahatan itu datang dari Allah, serta dia mesti mensyukuri kebaikan serta sabar atas bencana[4].

Ke-2, ketidaksamaan beberapa ulama mengenai ketentuan-ketentuan yang memastikan manakah yang masuk kelompok asmaul husna serta manakah yang tidak. Opini yang kuat ialah sembilan puluh sembilan nama.

Dengan begitu, jumlahnya dari asmaul husna bukan sekedar hanya terbatas 99 nama yang kita kenali saja sampai kini. Tapi, sangat banyak beberapa nama Allah yang tidak kenali serta tidak bisa kita kalkulasi sebab banyak. Namun, kita harus tahu serta menghapal ke 99 nama Allah itu.

1. Merenungkan akan arti dari Asmaul Husna tersebut

Arti dari point pertama ini ialah kita disarankan untuk merenungkan arti dari Asmaul Husna, mirip contoh Ar-Rahman yaitu maha pengasih, kita pikirkan bahwasannya Allah Ta'ala itu ialah zat yang maha mengasihi semua makhluknya tiada kecuali serta kita mengimani akan perihal itu.

2. Menghafalkan Asmaul Husna

Keutamaan dari mengingat Asmaul Husna ialah kita bisa menjadi manusia yang lebih rendah diri serta rendah hati, sebab sesudah kita merenungkan serta mengingat tiap-tiap beberapa nama Allah yang mulia (Asmaul Husna) kita akan tersadar sebenarnya kita ialah makhluk yang sangat lemah serta tidak miliki daya usaha terkecuali atas pertolongan Allah.

3. mengamalkan isi kandungan dari Asmaul Husna

Arti dari point ke 3 ini ialah kita disarankan untuk mengamalkan isi kandungan atau arti dari tiap-tiap Asmaul Husna, mirip contoh Allah adalan zat yang maha pengampun jadi telah selayaknya kita menjadi makhluk-Nya mesti mempunyai karakter yang gampang memaafkan.

Allah Ta'ala yang maha besar ialah zat yang maha pengampun mengapa kita menjadi makhluk yang sebenarnya lemah tidak mempunyai karakter pemaaf pada sesama! Menjadi, tidak cuma menghafalkannya selalu kita akan masuk surga, akan tetapi kita perlu pengamalan akan asma Allah itu.

Serta yang perlu digaris bawahi ialah, ada beberapa sekali kebaikan untuk diri kita baik dalam dunia ataupun di akhirat dengan menghafalkan nama nama Allah itu, ditambah lagi buat kita yang merenungkan dan mengamalkannya, Rosulullah Shallallahu'alaihi Wasalam menyampaikan kabar bahwasannya akan masuk surga orang yang demikian itu.

Tentunya semuanya akan tidak berlangsung bila kita tidak mengawali dengan niatan yang kuat untuk menghafalnya, serta sesudah menghafalkannya lantas kita temani dengan aksi, menjadi tidak mengherankan bila beberapa orang yang mengingat Asmaul Husna serta mengamalkannya bisa menjadi seseorang yang bertakwa serta dijanjikan masuk surga.

Serta yang paling akhir, dengan mengingat serta mengamalkan asmaul husna adalah karena kebaikan buat hati, kita akan mempunyai kesempurnaan takut pada Allah Ta'ala serta akan tetap menunaikan kewajibannya menjadi hamba atau ciptaan-Nya.

Mudah-mudahan kita dapat menjagi seseorang muslim yang baik dengan keinginan terunggul, yaitu selamat dalam dunia dan di akhirat.

Doa Nisfu Syaban Tulisan Arab Latin Dan Artinya

Malam Nisfu Sya’ban atau Separuh bulan Sya’ban jatuh pada Senin, 30/4/2018). Sya’ban datang dari kata syi’ab yang bermakna jalan diatas gunung. Pada bulan Sya’ban, umat Muslim akan menyiapkan diri melawan bulan spesial, yakni bulan Ramadhan. Bulan ini dapat dikatakan sebagai bulan yang penuh karunia serta kebaikan.

Dikutip Tribunjabar.id dari nu.or.id, Allah akan membukakan pintu karunia serta ampunan seluas-luasnya pada bulan ini. Oleh karenanya, perbanyaklah beribadah, satu salah satunya puasa sunah. Menurut hadist HR Al Bukhari, dijelaskan Nabi Muhammad SAW seringkali puasa sunah pada bulan Sya’ban di banding puasa sunah di bulan yang lain.

Tidak hanya melakukan puasa sunah, dianjutkan juga menghidupkan malam sya’ban atau malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menuturkan jika ada beberapa kemuliaan pada malam Nisfu Sya’ban.

Dijelaskan juga jika pada malam itu, Allah akan mengampuni orang yang meminta ampunan pada malam Nisfu Sya’ban, mengasihi orang yang minta kasih, membebaskan sekumpulan penghuni neraka, menjawab doa orang yang minta, sampai melapangkan penderitaan orang yang kesulitan.

Tersebut doa malam Nisfu Sya’ban:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Berarti: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak dikasih. Wahai Tuhan pemilik kebesaran serta kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi semua kekayaan serta semua nikmat. Tanpa tuhan tidak hanya Engkau, kemampuan beberapa orang yang minta pertolongan, lindungan beberapa orang yang mencari perlindungan, serta tempat aman beberapa orang yang takut.

Tuhanku, bila Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh menjadi orang celaka, sial, atau orang yang sempit rejeki, jadi hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, serta kesempitan rezekiku.

Tulislah saya di sisi-Mu menjadi orang yang mujur, murah rejeki, serta taufiq untuk melakukan perbuatan kebaikan sebab Engkau sudah berkata–sementara perkataan-Mu ialah benar–di kitabmu yang di turunkan lewat perkataan Rasul utusan-Mu, ‘Allah meniadakan serta mengambil keputusan apakah yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Mudah-mudahan Allah memberi shalawat pada Sayyidina Muhammad SAW serta keluarga bersama beberapa sahabatnya. Semua puji buat Allah SWT.”

Disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, sekurang-kurangnya ada tida amalan utama pada malam Nisfu Sya’ban.

Tersebut penuturannya.

1. Perbanyak doa

Berdasar pada hadits kisah Abu Bakar, Nabi Muhammad SAW bersabda:

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

“(Karunia) Allah SWT turun ke bumi saat malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni semua hal terkecuali dosa musyrik serta orang yang didalam hatinya tersimpan kedengkian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

2. Membaca Syahadat

Syahadat ialah kalimat yang mulia serta baik dibaca kapan juga terpenting pada malam Nisfu Sya’ban.

Saat malam itu, bacalah dua kalimat syahadat sebanyak.

Sayyid Muhammad bin Alawi menuturkan:

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة “لا إله إلا الله محمد رسول الله”.

“Seyogyanya seseorang muslim isi waktu yang penuh karunia serta keutamaan dengan perbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, terutamanya bulan Sya’ban serta malam pertengahannya.”

3. Membaca Istighfar

Perbanyaklah membaca istighfar saat malam Nisfu Sya’ban.

Ingat, tidak ada manusia yang lepas dari dosa atau kekeliruan. Untung saja Allah SWT selalu buka pintu ampunan buat siapa saja.

Sayyid Muhammad bin Alawi menuturkan:

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

“Istighfar adalah amalan utama yang perlu dibiasakan orang Islam, terpenting pada saat yang mempunyai keutamaan, seperti Sya’ban serta malam pertengahannya. Istighfar bisa doa nisfu syaban mempermudah rejeki, seperti diterangkan dalam Al-Qur’an serta hadits. Pada bulan Sya’ban juga dosa diampuni, kesusahan dimudahkan, serta rasa sedih di hilangkan.

Tata Cara Hukum Niat Puasa Nisfu Syaban Apakah Di Sunnahkan

Sebelum mengulas mengenai Kemauan Puasa Sunnah Sya’ban jadi yang butuh kalian kenali terlebih dulu menjadi Pembaca Muslim ialah mengenai Apakah itu Nisfu Sya’ban, serta langsung untuk Pemahaman Nisfu Sya’ban di ajaran Islam ialah Hari (Tanggal) Pertengahan di Bulan Sya’ban hingga Puasa Nisfu Sya’ban tersebut ialah Puasa Sunnah yang bisa dikerjakan oleh Tiap-tiap Muslim – Muslimah di Pertengahan Bulan Syaban dalam Kalender Hijriyah (Kalender Hijriyah) sebab pada intinya Makna dari Kata Nisfu sendiri ialah Pertengahan, oleh karenanya Nisfu Sya’ban bermakna Pertengahan di Bulan Sya’ban.

Mengenai Bulan Sya’ban yang ada sebelum Bulan Ramadhan di dalam Kalender Hijriyah ini adalah salah satunya Bulan Yang Mulia di dalam Ajaran Islam, serta dalam hal seperti ini sudah diterangkan di dalam Hadits Shahih dari Usamah bin Zaid, jika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda : ” Bulan Syaban, Bulan di antara (Tengah – Tengah) Bulan Rajab serta Bulan Ramadhan ialah Bulan pada saat Manusia Lupa. Bulan Syaban adalah Bulan dinaikkan-nya beberapa Amalan pada Allah Subhanahu wa ta’ala, Rabb Semesta Alam. Oleh karenanya, Saya amat-lah Senang untuk lakukan Puasa saat amalanku di naikkan (Hadits Kisah An-Nasai NO. 2359, Al-Hafizh Abu Thahir menyampaikan jika Hadits ini Hasan) ”.

Lalu Saran, Perintah serta Dalil Kerjakan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban dapat kalian lihat di dalam Hadits Shahih Kisah Bukhari serta Muslim, jika Aisyah Radhiyallahu’anha berkata yang berbunyi : ” Saya belum pernah benar-benar lihat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menunaikan Puasa dengan Prima satu bulan Penuh tidak hanya di Bulan Ramadhan. Saya juga belum pernah lihat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berpuasa yg semakin banyak dibanding Berpuasa di Bulan Syaban (Hadits Kisah Bukhari No. 1969 serta Muslim No. 1156) ”. Diluar itu, dari Abu Bakr Al Balkhi berkata jika : ” Bulan Rajab waktunya Menanam, di Bulan Syaban waktunya menyiram tanaman serta di Bulan Ramadhan waktunya memetik Hasil atau Panen ”.
Tata Langkah serta Kemauan Puasa Nisfu Sya’ban Menurut Hadits Lengkap

langkah serta kemauan puasa nisfu sya'ban menurut hadits

Hadits – Hadits Shahih di atas jadi dapat diambil kesimpulan jika Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam hingga sebaiknya serta sudah disarankan juga untuk dikerjakan oleh kalian Menjadi Seseorang Muslim – Muslimah, baik itu Berpuasa Sunnah Hari Senin serta Kamis di Bulan Sya’ban serta Berpuasa Sunnah di Nisfu Syaban (Puasa Pertengahan Bulan Syaban). Oleh karenanya dengan lihat pentingnya Puasa Sunnah di Bulan Syaban jadi Penulis akan memberi penjelasan mengenai Bacaan Kemauan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban serta Kemauan Puasa Sunnah Nisfu Sya’ban dengan lebih detil serta komplet.
Bacaan Kemauan Puasa Nisfu Sya’ban Lengkap

kemauan puasa sunnah nisfu sya'ban serta terjemahan lengkap

Bacaan Kemauan Puasa Sunnah Nisfu Sya’ban serta Terjamahan Arab, Latin serta Bhs Indonesia dengan komplet di atas dapat kalian amalkan serta bacakan saat kalian Umat Muslim akan menunaikan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban di Hari Senin serta Kamis dalam Bulan Sya’ban ataupun waktu di Pertengahan Bulan Sya’ban (Nisfu Sya’ban), sebab yang harus kalian kenali jika di dalam Bacaan Kemauan Puasa Nisfu Sya’ban serta Kemauan Puasa Sya’ban di Hari – Hari Biasa tidak ada beda-nya.

Tata Langkah Puasa Nisfu Sya’ban Menurut Hadits

Lalu di dalam Tata Langkah Puasa Sunnah Sya’ban serta Puasa Nisfu Sya’ban (Pertengahan Bulan Sya’ban) sangat gampang sebab masih tetap sama dengan kerjakan Puasa Sunnah biasanya, yaitu membaca Kemauan Puasa Sunnah Sya’ban di Malam Hari Sebelum masuk Waktu Imsak serta dapat dibacakan di dalam hati ataupun dibacakan lirih di mulut, baik itu dibacakan dengan Bhs Arab ataupun Pengertian dalam Bhs Indonesia. Sesudah itu Tata Langkah Puasa Sya’ban ialah meredam Makan, meredam Minum, meredam Udara Nafsu (Syahwat) serta tidak lakukan apakah – apakah (perbuatan) yg bisa membatalkan Puasa.

Meredam Makan, Minum, Udara Nafsu serta tidak lakukan Masalah Yang Membatalkan Puasa ini dikerjakan saat Masuk Waktu Imsak (Subuh) sampai Matahari Terbenam atau dalam konteks ini dapat kalian mengambil patokan saat masuk Waktu Shalat Harus Maghrib hingga saat Adzan Shalat Maghrib sudah bergema, jadi kalian dapat Berbuka (Makan serta Minum). Lantas untuk Permasalahan Makan Sahur didalam Puasa Sunnah Sya’ban serta Nisfu Sya’ban ini pasti dibolehkan serta begitu disarankan untuk Makan Sahur sebab dengan Bersahur jadi kalian tentu saja dapat lebih kuat dalam kerjakan Puasa baik itu Puasa Ramadhan (Harus) ataupun Puasa Sunnah.
Faedah serta Keutamaan Puasa Nisfu Sya’ban

Sedang Keutamaan Puasa Sunnah Sya’ban serta Puasa Sunnah Nisfu Sya’ban (Puasa Pertengahan Bulan Sya’ban) ini yang paling penting ialah akan memperoleh Pahala yang banyak sebab kalian menjadi Seseorang Muslim sudah lakukan apakah yang telah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam kerjakan, atau dalam hal seperti ini dapat disebutkan jika kalian sudah menghidupkan Sunnah Rasul. Ada Hadits Shahih jika Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Barangsiapa yang menghidupkan Satu Sunnah dari Sunnah2 ku, lantas diamalkan oleh Manusia, jadi dia akan mendapatkan Pahala seperti Pahala Orang-Orang yg mengemalkan-nya, dengan tidak kurangi Pahala mereka dikit juga ”.

Diluar itu Faedah Puasa Sya’ban serta Puasa Nisfu Syaban untuk Tiap-tiap Muslim – Muslimah ialah menjadi salah satunya langkah untuk melatih kita supaya terlatih untuk lakukan Puasa sebelum Puasa di Bulan Ramadhan hadir, hingga dengan Berpuasa Sunnah jadi kita tidak kaget serta tidaklah terlalu berat waktu awal – awal menunaikan Puasa Harus di Bulan Ramadhan sebab Bulan Sya’ban ini hadir persis sebelum Bulan Ramadhan dalam Kalender Hijriyah. Diluar itu dengan Berpuasa jadi begitu baik buat Kesehatan Manusia, serta yang penting ialah begitu baik untuk Skema Pencernaan Perut Manusia.

Mungkin cuma semacam itu saja bahasan mengenai Tata Langkah serta niat puasa nisfu sya’ban yang sudah ditulis oleh Penulis dengan lebih dalam, lebih detil serta lebih komplet. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat bermanfaat serta berguna buat kalian Beberapa Pembaca Muslim yang berada di Indonesia sebab Penulis begitu meyakini jika di luar sana ada banyak Penduduk Muslim yang belumlah demikian mengerti serta tahu mengenai Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban ini. Lantas menjadi penambahan info saja jika alangkah sebaiknya buat kalian waktu di Bulan Sya’ban, menjadi Umat Muslim begitu disarankan sekali untuk perbanyak kerjakan Shalat Sunnah seperti Shalat Sunnah Tahajud, Shalat Sunnah Dhuha, Shalat Sunnah Taubat serta perbanyak Berdzikir mendekatkan diri pada Allah SWT, tidak hanya kerjakan Shalat Harus Lima Waktu serta Berpuasa Sunnah di Bulan Sya’ban.

Malam Nisfu Bulan Sya'ban 1440 H jatuh Pada Tanggal 2019

Malam nisfu Sya’ban tahun 1438 Hijriyah jatuh bersamaan dengan tanggal 11 Mei 2017 Masehi. Pada beberapa umat Islam ada kepercayaan jika malam nisfu Syaban ialah peristiwa terpenting sebab jadi peristiwa di mana semua catatan amal manusia ditutup sekaligus juga di buka kembali catatan baru. Kepercayaan itu sudah melahirkan tradisi-tradisi sama-sama mohon maaf, kebiasaan bergabung di majelis taklim atau masjid, serta berdoa bersama dengan, membaca shalawat dan kebaikan yang lain.

Karenanya saat malam nisfu Sya’ban banyak penduduk menyampaikan pesan permintaan maaf pada rekan, teman dekat, keluarga serta handai taulan dimanapun. Tidak hanya meminta maaf juga sama-sama memperingatkan akan keutamaan serta pentingnya bulan Sya’ban, bulan yang hadir mendekati Ramadhan. Dalam account facebooknya Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri contohnya, dengan spesial mengemukakan permintaan maafnya pada penduduk.

“Menjelang Nisfu Sya’ban, dari Allah saya minta dilihat jika saya sudah memaafkan siapapun yang sempat menyalahiku baik menyengaja ataukah tidak; dari kalian semua yang sempat bergaul denganku, saya minta maaf atas semua kekeliruan serta kekhilafanku,” catat Gus Mus.

Menghidupkan malam Sya’ban begitu disarankan terutamanya malam Nisfu Sya’ban dengan perbanyak beribadah serta lakukan amalan baik. Itu penyebabnya terdapat beberapa penduduk, malam nisfu Sya’ban ditradisikan dengan bergabung di masjid, membaca doa bersama dengan, lakukan amalan-amalan baik serta bersantap bersamanya.

Dalam kitab Qalyubi wa ‘Umairah diterangkan jika “Disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idhul Fitri serta Idhul Adha, dengan berdzikir serta shalat, terutamanya shalat tasbih. Sekurangnya ialah kerjakan shalat Isya berjamaah serta membulatkan kemauan untuk shalat Shubuh berjamaah. Amalan ini dapat baik dikerjakan pada malam nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, serta malam Jumat sebab pada malam-malam itu doa dipenuhi.”

Hadist lainnya mengenai keutamaan nisfu Sya’ban bisa dibaca pada hadits yang ada dalam Shahih Ibnu Hibban dijelaskan “Allah SWT memerhatikan makhluk-Nya saat malam nisfu Sya’ban serta mengampuni semua makhluk-Nya terkecuali orang kafir serta orang yang bermusuhan.”

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menyatakan jika ada beberapa kemuliaan pada malam Nisfu Sya’ban. Seperti diambil nuonline, sekurang-kurangnya ada tiga amalan yang bisa dikerjakan saat malam Nisfu Sya’ban yang disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Salah satunya, Allah akan mengampuni dosa orang yang meminta ampunan saat malam itu, mengasihi orang yang meminta kasih, menjawab do’a orang yang minta, melapangkan penderitaan orang sulit, serta membebaskan sekumpulan orang dari neraka.

Mengenai tiga amalan yang begitu disarankan saat malam nisfu Sya’ban ialah:

Pertama, perbanyak doa. Hadits kisah Abu Bakar jika Nabi Muhammad SAW bersabda, yang berarti, “(Karunia) Allah SWT turun ke bumi saat malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni semua hal terkecuali dosa musyrik serta orang yang didalam hatinya tersimpan kedengkian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Ke-2, membaca kalimat Syahadat sebanyak-banyaknya. Sayyid Muhammad bin Alawi menyampaikan, “Seyogyanya seseorang muslim isi waktu yang penuh karunia serta keutamaan dengan perbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, terutamanya bulan Sya’ban serta malam pertengahannya.”

Ke-3 perbanyak istighfar. Minta ampun (istighfar) dapat dikerjakan setiap saat. Akan begitu disarankan lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menuturkan, “Istighfar adalah amalan utama yang perlu dibiasakan orang Islam, terpenting pada saat yang mempunyai keutamaan, seperti Sya’ban serta malam pertengahannya. Istighfar bisa mempermudah rejeki, seperti diterangkan dalam Al-Qur’an serta hadits. Pada bulan Sya’ban juga dosa diampuni, kesusahan dimudahkan, serta rasa sedih di hilangkan.”

Faruq Hamdi, Sekretaris Instansi Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta & Staf Komisi Dakwah MUI Pusat seperti dituliskan di Republika.co.id mengatakan Sya’ban adalah bulan yang di dalamnya ada beberapa momen bersejarah. Salah satunya momen berpindahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsha Palestina ke arah Kabah (QS al-Baqarah: 144), turunnya ayat yang menyarankan untuk membaca shalawat (QS. al-Ahzab: 56) serta diangkatnya catatan amal manusia juga di bulan Sya’ban.

Menelisik dari sisi linguistik, al-Imam Abdurrahman al-Shafury dalam kitab “Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab al-Nafais” menyampaikan jika kata Sya’ban adalah singkatan dari huruf shin yang bermakna kemuliaan (al-syarafu), huruf ‘ain yang bermakna derajat serta posisi yang tinggi atau terhormat (al-uluw), huruf ba’ yang bermakna kebaikan (al-birr), huruf alif yang bermakna kasih sayang (al-ulfah), serta huruf nun yang bermakna sinar (an-nur).

Faruq setelah itu menyampaikan malam nisfu Sya’ban seringkali dipakai oleh umat Islam untuk membaca surat Yasin sekitar 3 kali serta diteruskan dengan doa. Kebiasaan baik ini tidak kebanyakan orang Islam menjalankannya. Tapi tidak jadi masalah serta di antara mereka ada sama-sama menghargai serta sama-sama menghormati.

Lepas dari ingin tidaknya umat Islam mentradisikan malam nisfu Sya’ban, Faruq memperingatkan jika dalam satu hadits yang diriwayatkan al-Dailami, Imam ‘Asakir, serta al-Baihaqy, Rasulullah Saw bersabda: “Khomsu layaalin laa turaddu fiihinna ad-da’watu. Awwalu lailatin min Rajaba wa lailatun-nishfi min sya’baana wa lailatul jum’ati wa lailatayil-‘iidaini.” Berarti: “Ada 5 malam dimana doa tidak tertolak pada malam-malam itu, yakni: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam jumat, malam Idul Fitri serta malam Idul Adha.”

“Man ahya lailatal-‘iidaini wa lailatan-nishfi min sya’baan lam yamut qalbuhu yauma tamuutul-qulub.” Berarti: “Siapa saja yang menghidupkan dua malam hari raya serta malam Nisfu Syaban, pasti tidak akan mati hatinya di hari di mana di hari itu semua hati jadi mati”.

“Wa qad jumi’a du’aa’un ma’tsuurun munasibun li haalin khaashin bi lailatin-nishfi min sya’baana. Yaqra’uha al-muslimuuna tilkal-lailata al-maimuunata furaadaa wa jam’an fii jawaami’ihim wa ghairiha. Yulaqqinuhum ahaduhum dzalikad-du’aa aw yad’uu wa hum yu’minuuna kama huwa ma’lum. Wa kaifiyatuhu: tuqro’u awwalan qabla dzalikad-du’a ba’da shalaatil maghrib suuratu Yasin.”

Berarti: “Sungguh sudah disatukan doa mathur yang berkaitan spesial dengan malam Nisfu Sy'aban. Doa itu dibaca oleh beberapa muslimin saat malam yang dikasihkan anugerah, baik dengan sendiri-sendiri ataupun berramai ramai. Seseorang dari mereka membacakan (mentalqin) doa itu serta jamaah mengikutinya atau ada pula salah seseorang yang berdoa serta jamaah mengaminkan saja seperti maklumnya. Adapaun triknya: membaca surat Yasin 3 x sesudah magrib, baru diteruskan dengan berdoa”

Doa Tahlil Dan Yasin Susunan Lengkap Singkat Tahlilan Orang meninggal

Buat sejumlah besar penduduk Indonesia seringkali melakukan acara tahlilan. Umumnya acara itu dikerjakan satu hari sesudah ada saudara muslim mereka yang wafat. Tahlilan sendiri biasanya berisi pembacaan dzikir dan surat Yasin. Dzikir begitu berguna untuk tingkatkan kualitas iman seorang serta membuat seseorang hamba lebih dekat pada Alloh. Di bawah ini teks yasin serta tahlil komplet dengan tulisan arab, latin, dan terjemahannya.

Assalamu’alaikum wr wrb, sahabat tuntunansholat.com ini hari kami akan memberi satu bahasan komplet mengenai Bacaan Doa Tahlil Komplet Arab, Latin serta Terjemahannya. Saat saat ini anda memerlukan belajar mengenai doa tahlil atau tahlilan akan kami terangkan berikut ini.

Dalam kebiasaan serta budaya islam di jawa, membaca tahlil atau tahlilan dibacakan serta dikerjakan saat ada orang wafat. Pekerjaan tahlilan biasa dikerjakan tiap-tiap malam saat ada orang yang wafat sesudah ba’da isya. Tahlilan dikerjakan di rumah keluarga orang yang wafat dengan diawali membaca surat Yasin lalu diteruskan dengan membaca tahlil. Acara Yasin Tahlil biasa dikerjakan saat 7 hari 7 malam dari kematian seorang.

Tidak hanya saat ada kematian atau orang wafat, Surat Yasin serta tahlil juga umumnya dibacakan minimum 1 kali dalam satu minggu, persisnya pada tiap-tiap malam jum’at, yang mempunyai tujuan kirim doa untuk keluarga yang telah wafat. Dalam pelaksanaan tahlillan, sebelum membaca yasin serta tahlil, umumnya pertama kita akan mengutamakan fatihah terlebih dulu untuk orang yang telah wafat.

Serta yang paling penting ialah kita khususkan untuk Nabi Muhammad SAW bersama keluarga serta sahabat-sahabatnya, pada beberapa orang muslim dan pada beberapa pakar pendam semua. Untuk lebih detilnya, tersebut kami beri keterangan bacaan tahlil serta khususan fatihah tahlil komplet. Yang butuh anda didapati, mungkin di tiap-tiap daerah bacaan tahlil atau khususan tahlilnya berlainan, tapi utamanya sama.

Bacaan Doa Tahlil

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (اَلْفَاتِحَة)
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا شَيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (اَلْفَاتِحَة)
ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil) (اَلْفَاتِحَة)

بـــِــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بــــــِـسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِن شَرِّ النَّفَّـثاتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بــِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين. أمِينْ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم. ذلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيُغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. امَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ امَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَ أَوْ أَخْطَعْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا (7 مرة)
أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، إِرْحَمْنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (7 مرة)
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْعَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم (7 مرة)
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ ,
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ (7/11/33 مرة)
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (2 مرة)
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 33
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. (اَلْفَاتِحَة)

Doa Tahlil

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْد الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.
اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْملاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلناهُ وَمَا سَبَّحْنَاه وَمَا صَلَّيْنَاهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَّاصِلَةً وَّرَحْمَةً نَّازِلَةً وَّبَربكَةً شَامِلَةً وَصَدَقَةً مُتَقَبَّلَةً نُقَدِّمٌ ذَالِكَ وَنُهْدِيهِ اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أعْيُنِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسلِيْنَ، وَاْلاَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاِءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلَصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي رضي الله عنه
Jika berkendak ditujukan kepada ruh seseorang, maka baca :

وَخُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ …………..
(sebutkan nama ruh yang dituju)

Lalu melanjutkan bacaan doa :

ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَاتِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هَاهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ. أَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. أَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا

Itu bacaan doa tahlil Arab, Latin serta Berarti yang dapat kita tekuni serta untuk kita amalkan. Mudah-mudahan dengan keterangan ini kita dapat mendekatkan diri pada Allah selalu untuk beriman serta tetap mendoakan keluarga,rekan,teman dekat atau orang muslim yang telah wafat.

Bacaan Doa, Niat Puasa Ramadhan Dan Terjemahannya Yang Benar

Bacaan Doa, Niat Puasa Ramadhan Dan Terjemahannya Yang Benar - semua umat muslim didunia itu mulai menggerakkan beribadah puasa. Tetapi, bukanlah tak mungkin saja ada banyak di antara kita yang belum faham tentang lafadz kemauan puasa ramadhan. Walau sebenarnya satu diantara rukun puasa ramadha yaitu kemauan. Serta kemauan ini juga adalah sisi paling utama dari semua bentuk beribadah, lantaran tanpa ada kemauan beribadah yang di kerjakan kurang afdhal. Kemauan juga adalah penentu seberapa balasan pahala yang bakal didapat oleh orang yang kerjakan amalan itu. Serta kemauan lakukan suatu hal mesti ikhlas lantaran Allah swt janganlah meniatkan suatu hal lantaran seorang maupun dengan maksud spesifik di luar mencari ridha Allah swt.

Pengertian Serta Hukum Puasa Ramadhan

Puasa ramadhan, yakni puasa yang hukumnya harus dikerjakan oleh semua umat muslim baik laki – laki maupun wanita yang sudah baligh serta dikerjakan di bln. ramadhan.

Hukum niat puasa ramadhan yaitu harus, jadi tak bisa tidak untuk di kerjakan terkecuali lantaran rintangan seperti haid (menstruasi) untuk golongan perepuan, sakit yang sangatlah kronis, orangtua renta, ibu hamil/menyusui. Tetapi ini seluruhnya harus ganti puasa yang ditinggalkan dengan menggerakkan puasa beberapa yang ditinggalkan maupun membayar fidyah.

Basic Hukum puasa Ramadhan, yakni terdapat didalam QS. Al-Baqarah ayat 183 :

Rukun Puasa Ramadhan :

Kemauan puasa mulai sejak malam hari s/d saat saat sebelum imsak atau saat terbit fajar.

Menahan diri dari hal – hal yang bisa membatalka puasa (makan, minum, jalinan suami istri) dari terbit fajar sampai tenggelam matahari.


Kemauan puasa Ramadhan, biasanya dikerjakan pada malam hari saat usai menggerakkan beribadah shalat tarawih. Tetapi sebenarnya tak mesti dikerjakan waktu malam hari, yang terutama dikerjakan saat sebelum saat imsak.

Kemauan Puasa Ramadhan

Mengatakan niat puasa ramadhan adalah satu diantara norma atau adab dalam menggerakkan puasa ramadhan. Terkecuali kemauan, norma lain dalam menggerakkan puasa ramadhan yaitu berdoa saat berbuka puasa. Bagaimana lafadz do’a berbuka puasa ramadhan? pertanyaan seperti ini tentu ada banyak nampak di antara kita, meskipun memanglah tentang lafadz do’a berbuka telah banyak yang mengerti dan telah hafal diluar kepala.

Didalam berbuka puasa kita disarankan untuk menyegerakan saat sudah bergema adzan magrib. Serta disarankan juga untuk memulai berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan yang manis – manis lunak dan gampang dicerna. Serta sunnahnya, berbuka dengan makan kurma serta minum air putih. Dan dalam berbuka tak bisa hingga kekenyangan atau berlebihan – lebihan.

Sekian penjelasan tentang bagaimanakah lafadz kemauan puasa ramadhan serta lafadz berbuka puasa yang benar sesuai sama apa yang di contohkan Rasulullah saw. Sebenarnya ke-2 hal itu adalah hal yang sangatlah utama serta mesti di kerjakan oleh tiap-tiap orang yang menggerakkan puasa Ramadhan. Tanpa ada kemauan yang ikhlas karean Allah swt jadi puasanya bakal sia – sia cuma memperoleh lapar serta dahaga. Serta berdo’a saat berbuka juga adalah hal yg tidak kalah utama, lantaran berdo’a saat bakal berbuka juga adalah bentuk sukur seseorang hamba pada Allah swt.

Kemauan puasa Ramadhan mesti dikerjakan pada malam hari saat sebelum fajar. Tidak sama dengan puasa sunnah yang tujuannya bisa dikerjakan di saat pagi atau mendekati siang. Hal semacam ini berdasar pada sabda Rasulullah :

مَن�' لَم�' يُج�'مِعِ الصِّيَامَ قَب�'لَ ال�'فَج�'رِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa tak membulatkan tujuannya untuk berpuasa saat sebelum fajar, jadi tak sah puasanya” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad)

Imam Malik memiliki pendapat bahwa kemauan puasa Ramadhan bisa dikerjakan sekali dimuka Ramadhan (malam pertama Ramadhan) dengan argumen bahwa puasa Ramadhan yaitu satu paket hingga satu kemauan puasa satu bulan penuh telah cukup untuk digunakan sepanjang Ramadhan di th. itu. Tetapi Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah serta jumhur ulama memiliki pendapat bahwa kemauan puasa Ramadhan mesti dikerjakan tiap-tiap malam lantaran puasa Ramadhan tidaklah satu paket seperti beribadah haji.
Apakah kemauan puasa Ramadhan mesti di lafalkan?

Jumhur ulama menuturkan bahwa kemauan tak mesti di lafalkan. Karena pada intinya kemauan yaitu bersengajanya seorang lakukan satu perbuatan/beribadah. Kemauan puasa Ramadhan bermakna bersengajanya seseorang muslim untuk menggerakkan puasa Ramadhan. Dalam Fikih Manhaji Mazhab Imam Syafi’i dijelaskan : “Adapun tempat kemauan yaitu dalam hati serta kurang sebatas perkataan lisan belaka, namun tak juga diisyaratkan mengatakannya dengan cara lisan.

Tulisan Teks Bacaan Sholawat Nabi Macam-Macam Lirik Yang Pendek

Tulisan Teks Bacaan Sholawat Nabi Macam-Macam Lirik Yang Pendek - Pasti kita masih tetap ingat, point ke empat dari rukun iman. Rukun iman ke empat merupakan iman pada Nabi serta Rasul. Iman bermakna yakin, yakin bermakna ikuti, serta ikuti juga harus menyukai. Salah satunya langkah umat menyukai rasulnya yaitu dengan selalu ber-shalawat padanya. Shalawat merupakan salah satunya amalan yang semestinya jadi kegiatan rutin di kehidupan tiap-tiap muslim.

Karena tidak hanya jadi bukti kecintaan kita pada Nabi SAW, sholawat nabi juga mempunyai beberapa keutamaan yang akan menghadirkan banyak faedah di kehidupan kita, baik dunia, ataupun akhirat. Nah, untuk itu AloMuslim kesempatan ini akan membawa sahabat pembaca untuk lebih dekat kenal bacaan sholawat serta bermacam keistimewaannya.

Membaca sholawat merupakan satu diantara sunnah Nabi SAW, bahkan adalah perintah langsung dari Allah SWT. Bahkan juga berlainan dengan beribadah yang lain, untuk sholawat bahkan juga Allah SWT memberikan contoh sendiri pada beberapa hamba-Nya. Seperti yang ada pada Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56-57. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً

yang berarti : “Sesungguhnya Allah serta malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang – orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi serta ucapkanlah salam penghormatan padanya.” (QS.Al-Ahzab 33:56)

Rasulullah SAW sendiri juga sudah menyatakan pada semua umatnya supaya selalu ber-sholawat pada Nabi SAW. Seperti diwriwayatkan dalam suatu hadits, oleh Imam Turmudzi dari teman dekat Ibnu Mas’ud r.a. Rasulullah SAW bersabda:”Manusia yang sangat patut untuk bersama dengan denganku merupakan yang sangat banyak bersholawat kepadaku.”
BADAI UANG

Tidak hanya disunnahkan, ada kondisi spesifik yang seolah-olah mengubah hukum sholawat yang sebelumnya sunnah jadi harus. Tetapi, ini cuma laku pada keadaan spesial saja, yaitu saat seseorang muslim dengar nama Rasulullah SAW dimaksud. Karena itu waktu itu juga harus baginya untuk bersholawat pada Nabi SAW. Seperti sabda beliau Rasulullah SAW:”Orang yang saat namaku dimaksud di sisinya akan tetapi ia tidak ingin bersholawat kepadaku, itu manusia yang bakil.”(HR. ImamTurmudzi)

Nah, dari ayat al-Qur’an serta penegasan hadits Rasulullah SAW di atas, sekarang sekurang-kurangnya kita sudah tahu jika bersholawat pada Nabi SAW merupakan salah satunya amalan yang perlu selalu diingat serta dikerjakan oleh semua umat. Karena dari hadits itu, juga tersirat jika salah satunya prasyarat supaya kita mendapatkan syafaat dari Nabi SAW, yaitu dengan mendawamkan amalan sholawat untuk tingkatkan kecintaan kita pada Rasulullah SAW.

Benar-benar, syafaat Rasulullah SAW yang dapat kita harap nantinya di padang ma’syar. Hadis kisah Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, serta Imam Ahmad. Sabda Rasulullah: “Setiap Nabi memiliki doa yang mustajabah, karena itu tiap-tiap Nabi doanya dipenuhi selekasnya, sedang saya menaruh doaku untuk memberi syafaat pada umatku pada hari kiamat. Syafaat itu insya Allah didapat umatku yang wafat tidak menyekutukan Allah dengan suatu apa pun.”

Dari Anas bin Malik r.a, Nabi SAW bersabda,“Aku merupakan orang yang pertama memberikan syafaat di surga, serta saya merupakan Nabi yang sangat banyak pengikutnya.” (HR. Muslim)

Suatu cerita dari Abu Hurairah r.a, waktu itu ia bertanya suatu pada Nabi SAW, yang dalamnya mengenai siapa umat Nabi SAW yang akan sangat bahagia pada hari kiamat dengan syafaat dari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW juga menjawab: Orang yang sangat berbahagia dengan syafaatku di hari kiamat merupakan orang yang mengatakan, “LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH” dengan ketulusan hati atau jiwanya.” (HR.Imam Bukhari & Ahmad)

Dari beberapa bukti di atas, telah jelas alasannya mengapa kita mesti selalu mengaturkan salam serta sholawat pada Rasulullah SAW. Karena sebenarnya, berapa berat amal perbuatan yang sudah kita kerjakan tidak akan dapat selamatkan kita dari siksa api neraka, terkecuali Ridhlo dari Allah SWT dan syafaat dari Rasullah SAW.

Di kelompok umat islam, sholawat sendiri diketahui dengan ragamnya yang banyak. Ada yang langsung di ajarkan oleh nabi ada yang tidak , ada yang pendek serta ada yang panjang, ada yang gunakan sayyidina ada yang tidak, dan lain-lain. Manakah yang benar? Semua benar, seandainya berisi mengenai pengungkapan perasaan cinta kita pada Nabi Muhammad SAW.

Karena untuk media pembuktian kasih serta sayang lewat beberapa kata, karena itu bukan hal yang aneh bila lantas muncul sholawat-sholawat Nabi yang dirangkai oleh beberapa ulama’ terdahulu memakai serangkaian kata bhs cinta yang indah. Karena itu kita tidak butuh memperdebatkan mengenai ketidaksamaan lafadz sholawat. Apabila masih ada yang menanyakan manakah yang benar serta manakah yang salah? Karena itu, jawabannya merupakan yang tidak sholawat itu yang salah!

Di bawah ini merupakan macam bacaan sholawat komplet dengan tulisan Arab sholawat Nabi, menurut beberapa ulama’ serta beberapa pakar hadits.

Macam Bacaan Sholawat Nabi | Tulisan Arab Sholawat Nabi

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad

yang berarti : “Ya Allah, limpahkanlah sholawat serta salam pada Nabi kami Muhammad.” (HR.At-Thabrani)
Dari zaid bin Abdullah
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi’

yang berarti : “Ya Allah berilah shalawat pada Muhammad Nabi yang Ummi.”
Dari hadist kisah bukhori

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

yang berarti : “Ya allah berilah sholawat pada Muhammad serta keluarganya karena engkau memberikan sholawat pada keluarga Ibrahim. Sebenarnya engkau Maha Terpuji lagi Maha Penyayang Ya Allah berilah sholawat pada Muhammad serta keluarganya karena engkau memberikan sholawat pada keluarga Ibrahim.Sebenarnya engkau Maha Terpuji lagi Maha Penyayang.“
Dari Ka’ab bin Ujrah

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid

yang berarti : “Ya allah berilah sholawat pada muhammad serta keluarganya karena engkau memberikan sholawat pada keluarga ibrahim. Sebenarnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Penyayang.”
Penutup

Tidak hanya dibanding yang dijelaskan di atas, seperti yang awal mulanya sudah kita ulas. Masih tetap terdapat beberapa bacaan sholawat Nabi SAW yang banyak digunakan oleh kaum muslim, beberapa salah satunya merupakan sholawat Nariyah, sholawat munjiyat, sholawat al fatih, dan lain-lain.

Karunia bacaan sholawat nabi, mudah-mudahan kita termasuk juga satu diantara umat Nabi SAW dari kelompok yang memperoleh syafaat nantinya di yaumul kiamah. Alangkah bahagianya bila di akhirat kita bisa bergabung dengan junjungan kita, kekasih kita Rasul yang mulia Muhammad Salallahu ‘alaihi wa sallam. Amin