Bacaan Sholat Niat Puasa

Tulisan Teks Bacaan Sholawat Nabi Macam-Macam Lirik Yang Pendek

Tulisan Teks Bacaan Sholawat Nabi Macam-Macam Lirik Yang Pendek - Pasti kita masih tetap ingat, point ke empat dari rukun iman. Rukun iman ke empat merupakan iman pada Nabi serta Rasul. Iman bermakna yakin, yakin bermakna ikuti, serta ikuti juga harus menyukai. Salah satunya langkah umat menyukai rasulnya yaitu dengan selalu ber-shalawat padanya. Shalawat merupakan salah satunya amalan yang semestinya jadi kegiatan rutin di kehidupan tiap-tiap muslim.

Karena tidak hanya jadi bukti kecintaan kita pada Nabi SAW, shalawat juga mempunyai beberapa keutamaan yang akan menghadirkan banyak faedah di kehidupan kita, baik dunia, ataupun akhirat. Nah, untuk itu AloMuslim kesempatan ini akan membawa sahabat pembaca untuk lebih dekat kenal bacaan sholawat serta bermacam keistimewaannya.

Membaca sholawat merupakan satu diantara sunnah Nabi SAW, bahkan adalah perintah langsung dari Allah SWT. Bahkan juga berlainan dengan beribadah yang lain, untuk sholawat bahkan juga Allah SWT memberikan contoh sendiri pada beberapa hamba-Nya. Seperti yang ada pada Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56-57. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً

yang berarti : “Sesungguhnya Allah serta malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang – orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi serta ucapkanlah salam penghormatan padanya.” (QS.Al-Ahzab 33:56)

Rasulullah SAW sendiri juga sudah menyatakan pada semua umatnya supaya selalu ber-sholawat pada Nabi SAW. Seperti diwriwayatkan dalam suatu hadits, oleh Imam Turmudzi dari teman dekat Ibnu Mas’ud r.a. Rasulullah SAW bersabda:”Manusia yang sangat patut untuk bersama dengan denganku merupakan yang sangat banyak bersholawat kepadaku.”
BADAI UANG

Tidak hanya disunnahkan, ada kondisi spesifik yang seolah-olah mengubah hukum sholawat yang sebelumnya sunnah jadi harus. Tetapi, ini cuma laku pada keadaan spesial saja, yaitu saat seseorang muslim dengar nama Rasulullah SAW dimaksud. Karena itu waktu itu juga harus baginya untuk bersholawat pada Nabi SAW. Seperti sabda beliau Rasulullah SAW:”Orang yang saat namaku dimaksud di sisinya akan tetapi ia tidak ingin bersholawat kepadaku, itu manusia yang bakil.”(HR. ImamTurmudzi)

Nah, dari ayat al-Qur’an serta penegasan hadits Rasulullah SAW di atas, sekarang sekurang-kurangnya kita sudah tahu jika bersholawat pada Nabi SAW merupakan salah satunya amalan yang perlu selalu diingat serta dikerjakan oleh semua umat. Karena dari hadits itu, juga tersirat jika salah satunya prasyarat supaya kita mendapatkan syafaat dari Nabi SAW, yaitu dengan mendawamkan amalan sholawat untuk tingkatkan kecintaan kita pada Rasulullah SAW.

Benar-benar, syafaat Rasulullah SAW yang dapat kita harap nantinya di padang ma’syar. Hadis kisah Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, serta Imam Ahmad. Sabda Rasulullah: “Setiap Nabi memiliki doa yang mustajabah, karena itu tiap-tiap Nabi doanya dipenuhi selekasnya, sedang saya menaruh doaku untuk memberi syafaat pada umatku pada hari kiamat. Syafaat itu insya Allah didapat umatku yang wafat tidak menyekutukan Allah dengan suatu apa pun.”

Dari Anas bin Malik r.a, Nabi SAW bersabda,“Aku merupakan orang yang pertama memberikan syafaat di surga, serta saya merupakan Nabi yang sangat banyak pengikutnya.” (HR. Muslim)

Suatu cerita dari Abu Hurairah r.a, waktu itu ia bertanya suatu pada Nabi SAW, yang dalamnya mengenai siapa umat Nabi SAW yang akan sangat bahagia pada hari kiamat dengan syafaat dari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW juga menjawab: Orang yang sangat berbahagia dengan syafaatku di hari kiamat merupakan orang yang mengatakan, “LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH” dengan ketulusan hati atau jiwanya.” (HR.Imam Bukhari & Ahmad)

Dari beberapa bukti di atas, telah jelas alasannya mengapa kita mesti selalu mengaturkan salam serta sholawat pada Rasulullah SAW. Karena sebenarnya, berapa berat amal perbuatan yang sudah kita kerjakan tidak akan dapat selamatkan kita dari siksa api neraka, terkecuali Ridhlo dari Allah SWT dan syafaat dari Rasullah SAW.

Di kelompok umat islam, sholawat sendiri diketahui dengan ragamnya yang banyak. Ada yang langsung di ajarkan oleh nabi ada yang tidak , ada yang pendek serta ada yang panjang, ada yang gunakan sayyidina ada yang tidak, dan lain-lain. Manakah yang benar? Semua benar, seandainya berisi mengenai pengungkapan perasaan cinta kita pada Nabi Muhammad SAW.

Karena untuk media pembuktian kasih serta sayang lewat beberapa kata, karena itu bukan hal yang aneh bila lantas muncul sholawat-sholawat Nabi yang dirangkai oleh beberapa ulama’ terdahulu memakai serangkaian kata bhs cinta yang indah. Karena itu kita tidak butuh memperdebatkan mengenai ketidaksamaan lafadz sholawat. Apabila masih ada yang menanyakan manakah yang benar serta manakah yang salah? Karena itu, jawabannya merupakan yang tidak sholawat itu yang salah!

Di bawah ini merupakan macam bacaan sholawat komplet dengan tulisan Arab sholawat Nabi, menurut beberapa ulama’ serta beberapa pakar hadits.

Macam Bacaan Sholawat Nabi | Tulisan Arab Sholawat Nabi

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad

yang berarti : “Ya Allah, limpahkanlah sholawat serta salam pada Nabi kami Muhammad.” (HR.At-Thabrani)
Dari zaid bin Abdullah
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi’

yang berarti : “Ya Allah berilah shalawat pada Muhammad Nabi yang Ummi.”
Dari hadist kisah bukhori

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

yang berarti : “Ya allah berilah sholawat pada Muhammad serta keluarganya karena engkau memberikan sholawat pada keluarga Ibrahim. Sebenarnya engkau Maha Terpuji lagi Maha Penyayang Ya Allah berilah sholawat pada Muhammad serta keluarganya karena engkau memberikan sholawat pada keluarga Ibrahim.Sebenarnya engkau Maha Terpuji lagi Maha Penyayang.“
Dari Ka’ab bin Ujrah

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid

yang berarti : “Ya allah berilah sholawat pada muhammad serta keluarganya karena engkau memberikan sholawat pada keluarga ibrahim. Sebenarnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Penyayang.”
Penutup

Tidak hanya dibanding yang dijelaskan di atas, seperti yang awal mulanya sudah kita ulas. Masih tetap terdapat beberapa bacaan sholawat Nabi SAW yang banyak digunakan oleh kaum muslim, beberapa salah satunya merupakan sholawat Nariyah, sholawat munjiyat, sholawat al fatih, dan lain-lain.

Karunia bacaan sholawat nabi, mudah-mudahan kita termasuk juga satu diantara umat Nabi SAW dari kelompok yang memperoleh syafaat nantinya di yaumul kiamah. Alangkah bahagianya bila di akhirat kita bisa bergabung dengan junjungan kita, kekasih kita Rasul yang mulia Muhammad Salallahu ‘alaihi wa sallam. Amin

Bacaan Doa Tata Cara Niat Mandi Wajib Junub Setelah Nifas Haid Dan Wiladah

Bacaan Doa Tata Cara Niat Mandi Wajib Junub Setelah Nifas Haid Dan Wiladah - Bagaimanakah cara mandi junub untuk wanita? Jumlahnya pertanyaan seperti íní tunjukkan semangat golongan muslímín dalam memperhatíkan ketentuan agamanya. Kíta katakan alhamdulíllah, serta mudah-mudahan antusías seperti íní juga díberíkan pada praktík íbadah yang laínnya. Bagían darí kesempurnaan syaríat Islam, Allah mengutus nabí-Nya darí kelompok manusía. Belíau meníkah, berkeluarga, serta lakukan aktívítas sebagaímana seperti manusía. Sehíngga setíap orang bísa meneladaní belíau dalam setíap aktívítas hídup yang día kerjakan.

Karena karunia Allah kemudían layanan besar beberapa ístrí belíau, kíta bísa mengetahuí bagaímana tata langkah mandi junub belíau, yang ítu tídak mungkín bísa díketahuí oleh orang laín. Karena ítu, kíta pantas berteríma kasíh pada beberapa ístrí belíau, íbunda golongan mukmínín, yang sudah menyampaikan kabar pada umat mengenai aktívítas Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam ketíka dí rumah. Bukan sebalíknya, malah mencemooh serta menghína beberapa ístrí Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam, sebagaímana yang dílakukan orang Syíah. Buktí mengenai íní banyak sekali serta bísa Anda temukan dí líteratur syíah serta rekaman vídeo ceramah mereka.

Tata Langkah Mandi Harus untuk Lelaki & Wanita

Berkaítan dengan mandi wajíb, ada dua hadís pokok yang bísa kíta jadíkan sebagaí referensi. Dua hadís íní berasal darí dua ístrí Rasulullah shallallahu ‘alaíhí wa sallam, Aísyah serta Maímunah radhíallahu ‘anhuma.

Hadis Pertama : hadís Aísyah radhíallahu ‘anha,

عَن�' عَائِشَةَ زَو�'جِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغ�'تَسَلَ مِنَ ال�'جَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَي�'هِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُد�'خِلُ أَصَابِعَهُ فِى ال�'مَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأ�'سِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَي�'هِ ، ثُمَّ يُفِيضُ ال�'مَاءَ عَلَى جِل�'دِهِ كُلِّهِ

Darí Aísyah, ístrí Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam, jika jíka Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam mandi junub, belíau memulaínya dengan mencucí ke-2 telapak tangannya. Kemudían belíau berwudhu sebagaímana wudhu untuk shalat. Lantas belíau masukkan jarí-jarínya ke air, lantas menggosokkannya ke kulít kepalanya, kemudían menyíramkan air ke atas kepalanya dengan cídukan ke-2 telapak tangannya sekitar tíga kalí, kemudían belíau mengguyurkan air ke semua badannya. ” (HR. Bukharí no. 248 serta Muslím no. 316).

Hadis Ke-2 :

عَنِ اب�'نِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَت�' مَي�'مُونَةُ وَضَع�'تُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغ�'تَسِلُ بِهِ ، فَأَف�'رَغَ عَلَى يَدَي�'هِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَي�'نِ مَرَّتَي�'نِ أَو�' ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَف�'رَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَر�'ضِ ، ثُمَّ مَض�'مَضَ وَاس�'تَن�'شَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَج�'هَهُ وَيَدَي�'هِ ثُمَّ غَسَلَ رَأ�'سَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَف�'رَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِن�' مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَي�'هِ

Darí Ibnu Abbas, jika Maímunah menyampaikan, “Aku sempat menyedíakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaíhí wa sallam. Lantas belíau tuangkan air pada ke-2 tangannya serta mencucí kedua-duanya dua kalí-dua kalí atau tíga kalí. Lantas belíau tuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kírínya, kemudían belíau mencucí kemaluannya.

Sesudah ítu belíau menggosokannya tangannya ke tanah. Kemudían belíau berkumur-kumur serta masukkan air ke hídung. Lantas belíau membersihkan muka serta ke-2 tangannya. Kemudían belíau membersihkan kepalanya tíga kalí serta mengguyur semua badannya. Setelah itu, belíau berubah darí posísí sebelumnya lantas mencucí ke-2 kakínya (dí tempat yang berlainan). ” (HR. Bukharí no. 265 serta Muslím no. 317).
Posisi Tata Langkah Mandi Wajib

Dengan memadukan hadís dí atas, bísa kíta símpulkan posisi tata langkah mandi sebagaí beríkut :

Tuangkan air serta Mencucuí ke-2 tangan
Mengambíl air dengan tangan kanan untuk mencucí kemaluan dengan tangan kírí. Kíta juga bísa pakai gayung untuk kegíatan íní.
Menggosokannya tangan kírí ke tanah. Maksudnya merupakan untuk membersíhkan kotoran kemaluan yang melekat dí tangan. Iní bísa kíta gantí dengan sabun.
Berkumur serta menghírup air ke hídung, kemudían dílanjutkan dengan berwudhu, akan tetapi tídak sampaí mencucí kakí. Karena bagían íní díakhírkan.
ketíka mulaí membasahí rambut, sela-selaí pangkal rambut serta basahí dengan air. Sampaí semua kepala serta rambut basah.
Síram kepala 3 kalí, dílanjutkan dengan menyíram semua anggota tubuh.
Mengguyur air ke semua tubuh dengan memprioritaskan yang kanan.

Darí Aísyah radhíallahu ‘anha, ía berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُع�'جِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأ�'نِهِ كُلِّهِ

“Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam bíasa memprioritaskan yang kanan ketíka memakaí sendal, ketíka bersísír, ketíka bersucí serta dalam setíap masalah (yang baík-baík). ” (HR. Bukharí no. 168 serta Muslím no. 268)

Janganlah lupa untuk dígosok, terpenting dí bagían tubuh yang tersembunyí. Pastíkan semua tubuh Anda basah.
Berpíndah tempat, serta cucí ke-2 kakí. Janganlah lupa, sela-selaí jarí kakí, sampaí Anda yakín semua kakí Anda basah.

Tata Langkah Mandi Penambahan untuk Wanita

Tata langkah mandi bagí waníta, díbedakan pada mandi junub serta mandi sesudah haíd atau nífas. Untuk tata langkah mandi junub bagí waníta, sama juga dengan tata langkah sebagaímana yang sudah díjelaskan dí atas. Cuma saja, waníta yang mandi junub díbolehkan untuk menggelung rambutnya, sebagaímana dísebutkan dalam hadís darí Ummu Salamah, belíau menanyakan : “Wahaí Rasulullah, saya seseorang waníta yang gelungan rambutnya besar. Apa saya mesti buka gelungan rambutku ketíka mandi junub? ”

Belíau menjawab :

لا إنما يكفيك أن تحثي على رأسك ثلاث حثيات ثم تفيضين عليك الماء فتطهرين

Belíau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukup kamu menyela-nyelaí kepalamu dengan air tíga kalí, kemudían guyurlah kepala serta badanmu dengan air, sehíngga kamu sudah sucí. ” (HR. Muslím no. 330).
Penambahan Mandi Karena Haid & Nifas

Sesaat untuk mandi karena haídh serta nífas, tata triknya sama juga dengan mandi junub akan tetapi dítambahkan dengan banyak hal beríkut íní :

Pertama : Díanjurkan Memakai Sabun.

Hal íní berdasar pada hadís Aísyah radhíallahu ‘anha, yang menanyakan pada Nabíshallallahu ‘alaíhí wa sallam mengenai mandi waníta haíd. Belíau menuturkan :

تَأ�'خُذُ إِح�'دَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِد�'رَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُح�'سِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأ�'سِهَا فَتَد�'لُكُهُ دَل�'كًا شَدِيدًا حَتَّى تَب�'لُغَ شُئُونَ رَأ�'سِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَي�'هَا ال�'مَاءَ. ثُمَّ تَأ�'خُذُ فِر�'صَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا

“Kalían sebaiknya mengambíl air serta daun bídara, lantas wudhu dengan prima. Kemudían menyíramkan air pada kepalanya, lantas menggosok-gosoknya agak keras híngga mencapaí akar rambut kepalanya. Kemudían menyíramkan air pada kepalanya. Kemudían engkau mengambíl kapas bermísík, lantas bersucí dengannya. ” (HR. Bukharí no. 314 & Muslím no. 332).

Ke-2 : Melepas gelungan, sehíngga air bísa sampaí ke pangkal rambut

Hadís dí atas adalah dalíl dalam soal íní :

“…lalu menggosok-gosoknya agak keras híngga mencapaí akar rambut kepalanya.. ”

Hadís íní tunjukkan tídak cukup hanya cuma mengalírkan air sepertí perihal mandi junub, akan tetapi juga harus dígosok, sepertí orang keramas memakaí shampo.

Bila di teliti lebih dalam lagi hukum dari mandi berdasar pada terdiri jadi tiga, ada mandi harus, ada mandi sunnah serta ada juga mandi haram. Akan tetapi untuk kesempatan ini kita akan pusatkan bahasan pada tata langkah mandi harus.

Berikut Hal – Hal yang Mengakibatkan seorang mandi Harus/mandi Junub

Keluarnya mani dengan syahwat
Tuntas waktu nifas untuk wanita
Tuntas waktu haid untuk wanita
Sesudah bertemunya dua kemaluan meskipun tidak keluarkan mani
Saat seorang wafat dunia
Orang kafir yang baru masuk islam (mu’alaf)
Bayi yang wafat (keguguran) tapi telah mempunyai ruh

tata langkah mandi harus haid
Tata Langkah Mandi Harus/Mandi Junub :

Awalilah dengan niat

Hal fundamental yang memperbedakan pada mandi harus dengan mandi biasa merupakan ada kemauan. Kemauan untuk mandi harus bisa dikerjakan dalam hati atau di lafalkan bhs baik bhs arab maupun Indonesia

Membersihkan Tangan

Sunnahnya untuk membersihkan tangan dikerjakan 3 kali, hal seperti ini dikerjakan supaya tangan benar – benar bersih dari najis.

Bersihkan anggota badan yang kotor dengan tangan kiri

Anggota badan yang kotor yang disebut contohnya : kemaluan, ketiak, dubur serta lainnya – lainnya.

Membersihkan Tangan Kembali
Berwudhu

Berwudhu seperti biasa.

Mengguyur kepala

Mengguyur kepala 3x sampai semua permukaan kulit serta rambut basah oleh air.

Menyela – nyela rambut

Menyela-nyela rambut kepala menyilang dengan jari – jari tangan.

Mengguyur semua sisi tubuh

Mengguyur semua anggota badan diawali dari kanan lalu ke kiri.

Memakai Sabun serta Shampo

Tata langkah mandi harus buat wanita

Hal -hal yang perlu dilihat dalampelaksanaan tata langkah mandi wajib

Harus memakai air yang mutlak (suci). Air yang mutlak merupakan air yang masih tetap murni serta belumlah tercampur oleh sabun maupun type kotoran yang lain yang dapat mengubah warna serta karakter air. Hingga untuk lebih sebaiknya lagi semestinya di awalnya kerjakan terlebih dulu rukun mandi wajib , kemudian baru diperlengkapi memakai sabun dan sampo.
Mandi harus telah menggatikan wudhu. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam tidak lakukan wudhu lagi sesudah mandi harus. Seperti kisah yang dikatakan oleh Aisyah Rodiallahu an : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu sesudah mandi. ” Karena itu beberapa ulama telah mnyepakati jika mandi besar cukup sudah untuk menukar wudhu, karena pemicu hadast besar semakin banyak daripada hadast yang kecil. Karena itu jika hadast besar dibikin bersih hadast yang kecil akan turut hilang.
Semua anggota badan mesti terserang oleh air. Terutamanya untuk beberapa orang yang berperawakan gemuk bisa jadi ada sisi bawah badan atau di lipatan – lipatan spesifik yang mungkin saja belumlah terserang air. Hal tersebut bisa jadi membuat mandi harus jadi tidak prima.
Mesti tutup sisi aurat dari ada pandangan manusia. Telah jadi satu ketentuan didalam hukum Islam jika tutup aurat hukumnya merupakan harus. Mandi harus mewajibkan semua anggota badan terserang saluran air, oleh karena itu tidak bisa ada baju yang menghambat serta pelaksanaan mandi harus sendiri sebaiknya di tempat tertutup

Itu beberapa tips mengenai tata langkah mandi harus serta hal yang terkait dengannya, mudah-mudahan karenanya ada info ini dapat meningkatkan ketaatan serta kesempurnaan kita dalam lakukan beribadah pada Allah Subhaanahu Wata’ala.

Keutamaan Puasa Bulan Rajab Dalil Hukum Dan Manfaatnya

Sebelum masuk bulan Ramadhan, umat islam terlebih dulu mesti melalui 2 bulan yang tidak kalah mulia, yaitu : Rajab serta Sya’ban

Dalam suatu hadist, jika saat masuk bulan Rajab karena itu Rasulullah Saw berdoa : “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadlana”, yang berarti : “Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab serta Sya’ban. Dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan” (HR Ahmad, al-Bazzar, Abu Nuaim serta Ibnu ‘Asakir. an-Nawawi menilainya dlaif, tapi menurut Ibnu Taimiyah hadis ini yang sangat banyak dipakai mengenai keutamaan bulan Rajab. Dari kitab : Majmu’ al-Fatawa 24/291).

Bulan Rajab
al-Hafidz Ibnu Hajar mencuplik dari Ibnu Dahiyah jika bulan Rajab mempunyai 18 nama, salah satunya merupakan Al-Asham atau tuli (karena tidak ada bunyi gesekan pedang) Syahrullah, al-fardu, syahrul Haram, al-‘Atirah (karena orang Jahiliyah menyembelih hewan di bulan ini), dan lain-lain. Rajab ini berarti agung, karena orang Jahiliyah mengagungkan bulan itu.

Keutamaan Bulan Rajab
Rasulullah Saw sudah memastikan beberapa nama bulan Haram yang sempat diterangkan dalam Al-Qur’an surat At-taubah ayaht 36, pada hadist kisah Bukhari serta Muslim, jika yang 3 merupakan dengan berurutan yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah serta Muharram, sesaat yang ke empat merupakan Rajab (Syaikh ‘Athiyah Shaqar dalam Fatawa al-Azhar Bab Syahru Rajab)

Puasa Bulan Rajab
Pakar hadis yang dikasih titel Amirul Mu’minin fil Hadis, al-Hafidz Ibnu Hajar, sudah mengarang suatu kitab Tabyin al-‘Ajab fi Ma Warada fi Fadhli Rajab yang membahas mengenai dalil-dalil hadis keutamaan bulan Rajab dengan menuturkan hadis-hadis yang sahih serta dlaif bahkan juga maudlu’ (palsu), begitupun mengenai dalil puasa di bulan Rajab.

Di awalnya ulasannya, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata : “Tidak ada dalil sahih dengan spesial untuk berpuasa serta beribadah malam di bulan Rajab”. Akan tetapi Ibnu Hajar membahas beberapa hadis yang pada umumnya memberikan tanda-tanda keutamaan puasa di bulan Rajab.

Sedang kisah atsar dari Teman dekat yang seakan tidak ada saran berpuasa di bulan Rajab juga selekasnya direspon oleh Ulama pakar hadis, contohnya kisah di bawah ini : “Utsman bin Hakim al-Anshari menanyakan pada Said bin Jubair mengenai puasa Rajab (waktu itu tengah di bulan Rajab). Said menjawab : Saya dengar Ibnu Abbas berkata jika Rasulullah Saw berpuasa hingga kami berkata : Rasulullah tidak berbuka. Serta Rasul berbuka hingga kami berkata : Rasulullah tidak berpuasa” (HR Muslim No 2782)

Imam an-Nawawi menjawab : “Yang disebut dengan jawaban Said bin Jubair merupakan tidak ada larangan untuk berpuasa di bulan Rajab serta tidak ada saran dengan spesial untuk puasa di bulan itu. Tapi Rajab sama juga dengan bulan yang lain. Akan tetapi sebetulnya inti puasa merupakan sunah. Didalam Sunan Abi Dawud diterangkan jika Rasulullah Saw menyarankan puasa di bulan-bulan Haram (Bulan Mulia), serta Rajab merupakan salah satunya” (Syarah Muslim IV/167)

Begitupun jawaban dari al-Hafidz as-Suyuthi, bahkan juga beliau meriwayatkan atsar yang lainnya, yakni Abu Qilabah berkata : “Di surga ada istana yang ditujukan buat beberapa orang yang berpuasa di bulan Rajab”. Ahmad (bin Hanbal) berkata : “Kendatipun diwayat ini mauquf pada Abu Qilabah, sesaat dia merupakan Tabi’in, akan tetapi hal seperti ini cuma disampaikan oleh seseorang yang terima wahyu (Rasulullah Saw) ”. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’ab al-iman No 3641 serta disahihkan oleh al-Hafidz as-Suyuthi dalam ad-Dibaj Syarah Sahih Muslim bin Hajjaj III/238.

Memang sudah banyak hadis palsu (maudlu’) yang populer mengenai puasa Rajab yang perlu dijauhi. Contohnya : “Barang siapa berpuasa 1 hari di bulan Rajab karena iman serta berharap pahala, maka dapat memperoleh ridlo Allah yang sangat agung serta diletakkan di surga Firdaus…. ” Didalam sanadnya ada Hasan an-Naqqasy, Ibnu Hajar berkata : Ia pemalsu hadis (wadldla’ Dajjal). Begitupun : “Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di bulan Rajab, karena itu Allah mencatatnya seperti puasa 1 bulan…” Didalam sanadnya ada Amru bin Azhari yang dituduh dusta oleh Yahya bin Ma’in serta yang lain.

Penutup
Seseorang teman dekat sempat menanyakan mengenai puasa tidak hanya Ramadlan, karena itu Rasulullah menjawab : “Tidak ada keharusan puasa tidak hanya puasa Ramadlan, terkecuali engkau lakukan puasa sunah” (HR Muslim No 11).

Puasa sunah mempunyai banyak jenis, ada yang berbentuk dua harian (puasa Dawud), puasa mingguan (senin serta kamis), puasa bulanan (hari purnama 13-14 serta 15), puasa tahunan (9 Arafah, Tasu’a’, ‘Asyura’ dan sebagainya), serta puasa di bulan-bulan mulia. Sesaat puasa bulan Rajab termasuk juga dalam kelompok puasa di bulan-bulan mulia seperti yang dikemukakan dalam 2 hadis di atas.

Doa Niat Puasa Rajab 2019 Dan Terjemahan Lengkap Keutamaan

Rajab adalah bulan ke tujuh dalam perhitungan kalender hijriyah (qomariah) dan di bulan ini terjadi suatu momen terpenting dalam histori umat islam yakni di isra serta di mi’raj nabi besar kita Muhammad saw, sekaligus juga jadi pertama dari di turunkannya wahyu pada baginda rosul yang dalamnya suatu perintah shalat harus lima waktu yang bertepatan dengan tanggal 27 rajab.

Menjadi manakah yang sudah di firmankan Allah S. W. T yang berarti : “Sesungguhnya bilangan pada bagian Allah merupakan dua belas bulan dalam ketentuan Allah di waktu ia membuat bumi serta langit, di antara bulan haram (bulan suci). Itu agama yang lurus, karena itu jangan sampai kamu menganiyaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. At-taubah ; ayat 36)
bulan rajab

Hingga dengan demikian bulan rajab dikenal juga oleh penduduk muslim menjadi bulan yang di muliakan tidak hanya bulan ramadhan, oleh karenanya alangkah sebaiknya bila menjadi kaum muslim yang baik kita perbanyak amalan di bulan rajab, diantaranya lewat cara kerjakan puasa bulan rajab. Bila kita perhatikan dari beragai sumber ada beberapa keutamaan, fadhilah serta hikmah puasa di bulan rajab, Menjadi manakah dalam suatu hadits atau dalil mengenai puasa rajab yang di riwayatkan berikut ini :
keutamaan puasa rajab

Imam At-Thabrani
imam athabrani

“Barang siapa berpuasa pada bulan rajab satu hari karena itu laksana ia puasa saat satu bulan, jika puasa 7 hari karena itu ditutuplah untuk dia 7 pintu neraka jahannam, jika puasa 8 hari karena itu dibukakan untuk dia 8 pintu surga. Apabila puasa 10 hari, karena itu Allah akan mengabulkan semua permintaannya” (HR. At-Thabrani)

اللَّهُمَّ بَارِك�' لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَع�'بَانَ وَبَلِّغ�'نَا رَمَضَانَ

“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) serta (juga) Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan. ” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

“Puasalah pada bulan-bulan Al Hurum (bulan Rajah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, serta Muharram) serta hentikanlah (beliau mengucapkannya sekitar 3x). (HR. Abu Dawud no. 2428 serta didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dhaif Abi Dawud).

“Seutama-utama puasa sesudah Ramadan merupakan puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, serta Rajab).

Karena itu lihat dari jumlahnya keutamaan-keutamaan saat me lakukan puasa di bulan rajab, tidak ada kelirunya bila kita juga meluangkan waktu untuk puasa di bulan rajab, tanggal berapakah, atau kapan mulai puasa tersebut di lakukan, dapat dari mulai tanggal 1 rajab, karena menjadi manakah hadits diatas makin banyak hari untuk berpuasa sunnah di bulan rajab karena itu makin berlimpah juga pahala yang akan di dapatan.

Sedang untuk tata langkah puasa rajab sama seperti seperti puasa sunnah yang lain yakni mulai dari terbitnya matahari (subuh) sampai tenggelam (maghrib) yang membedakannya terdapat pada tujuannya saja.

Contohnya puasa rajab akan diawali pada keesokan hari. Bila kita ingin mendapatkan semua keutamaan-keutamaan puasa rajab yang diterangkan diatas, sore hari ini awalilah untuk mandi harus supaya badan Anda bersih dari hadast besar. Untuk mengawali puasanya, awal mulanya Anda mesti membaca kemauan puasa rajab dengan bacaan latin serta makna sebagai berikut :
kemauan puasa rajab

Kemauan Puasa Rajab


نَوَي�'تُ صَو�'مَ غَدٍ فِى شَه�'رِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin Fii Syahri Rajabi Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa

Berarti : Saya kemauan puasa keesokan hari di bulan rajab sunnah karena Allah Ta’ala

Kemauan puasa rajab diatas dibaca saat malam hari sampai mendekati waktu shubuh datang atau persisnya saat waktu sahur. Sesudah membaca kemauan itu, setelah itu anda dapat mulai berpuasa, meredam semua udara nafsu sejak saat fajar sampai waktu maghrib datang. Setelah tiba pada saat maghrib, karena itu tibalah waktunya untuk berbuka. Bacaan doa berbuka puasa rajab sama juga dengan bacaan doa berbuka puasa ramadhan. Lafadz-nya merupakan sebagai berikut :



اَللّهُمَّ لَكَ صُم�'تُ وَبِكَ آمَن�'تُ وَعَلَى رِز�'قِكَ أَف�'طَر�'تُ بِرَح�'مَتِكَ يَا اَر�'حَمَ الرَّحِمِي�'نَ

Allaahummalakasumtu, Wabika Aamantu, Wa’alaa Rizqika Afthortu, Birohmatika, Yaa Arhamar Roohimiin

Berarti : “Ya Allah karana-Mu saya puasa, dengan-Mu saya beriman, kepada-Mu saya berserah, serta dengan rezeki-Mu saya berbuka puasa, dengan rahmat-MU, Ya Allah, Tuhan Maha Pengasih. ”
hukum puasa rajab

Hukum Puasa Rajab

Hukum dari puasa rajab merupakan Sunnah, yakni jika dikerjakan kita akan memperoleh pahala yang besar serta jika tidak dikerjakan karena itu kita tidak mendapatkan dosa.


Faedah Puasa Rajab

Diriwayatkan jika Nabi Muhammad SAW sudah bersabda, “ketahuilah sebenarnya bulan rajab itu merupakan bulan Allah ”Seperti perihal puasa sunnah yang disarankan lainnya

1. Memperoleh Ridho Allah S. W. T

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang melakukan beribadah puasa di bulan rajab dengan kemauan yang ikhlas, karena itu ia akan memperoleh keridhoan Allah S. W. T yang begitu besar”


2. Memperoleh Pahala Seperti Beribadah saat 5 tahun

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang berpuasa di bulan rajab/27 rajab, maka dapat memperoleh pahala seperti kita melakukan beribadah saat 5 tahun berpuasa”

3. Memperoleh Kemuliaan Allah SWT

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang melaksanakan ibadah puasa di bulan rajab, maka dapat memperoleh kemuliaan yang besar disamping Allah S. W. T”

4. Memperoleh Pahala 900 Tahun Berpuasa

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang berpuasa di bulan rajab. Per tanggal 1, 2, 3 maka dapat memperoleh pahala seperti beribadah saat 900 tahun”

5. Memperoleh Istajab Doa

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang berpuasa lima hari pertama di bulan rajab maka dapat di luluskan doanya”.

6. Ditutup Pintu Neraka

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang berpuasa tujuh hari pertama di bulan rajab maka dapat di tutup ke-7 pintu neraka serta di bukakan delapan pintu surge bila berpuasa menuju hari pertama di bulan rajab”.

7. Memperoleh Ampunan Dosa yang Sudah diperbuat

Nabi saw bersabda : “barang siapa yang berpuasa lima belas pertama kali di bulan rajab maka dapat di ampuni semua dosa yang sudah di perbuat serta di gantikan perbuatan dosa itu dengan amal sholeh/kebaikan.

8. Memperoleh Berlipat Pahala

Nabi saw bersabda : “barang siapa menambah-nambah hari puasa di bulan rajab karena itu pahalanya akan di lipat gandakan oleh Allah S. W. T”

Nabi Muhammad SAW bersabda juga ; “pada malam mi’raj, saya lihat suatu sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu, serta lebih wangi dari minyak harum”, lalu saya menanyakan pada Malaikat Jibril a. s “wahai malaikat jibril, untuk siapakah sungai ini? ” lantas malaikat jibril berkata, “ya rosulullah sungai ini merupakan untuk beberapa orang yang yang membacakan shalawat untuk engkau di bulan rajab”.

Dari suatu kisah (Tsauban) mengatakan : “ketika kami berjalan bersama dengan baginda Rasulullah SAW ke suatu pendam, lantas rasulullah saw berhenti serta beliau menangis dengan sangat susah, lalu beliau berdoa pada Allah SWT. Lalu saya menanyakan pada beliau, “Ya Rasulullah kenapa engkau menangis? Serta beliau menjawab, “wahai Tsuban, mereka itu tengah di siksa di alam kuburnya, serta saya berdoa pada Allah. Lalu Allah S. W. T memudahkan siksaan atas mereka.

Lanjut lalu beliau bersabda lagi, “wahai tsuban, bila kira-kira mereka ini ingin berpuasa satu serta melaksanakan ibadah satu malam saja di bulan rajab pasti mereka akan tidak di siksa didalam kubur”.

Lalu tsuban menanyakan, “ ya rasulullah, apa dengan menggerakkan beribadah puasa sunat di bulan rajab serta melaksanakan ibadah di bulan itu telah mengelakan dari siksa pendam? ”.

Rasulullah bersabda, “ wahai tsuban, untuk Allah S. W. T zat yang sudah mengutus saya menjadi nabi, tidak ada seseorang muslim lelaki serta wanita yang berpuasa sehari serta kerjakan sholat malam sekali dalam sebulan di bulan rajabb dengan kemauan karena Allah, terkecuali Allah mencatat baginya seperti berpuasa setahun serta kerjakan sholat malam dalam setahun. ”

Sabda Rasulullah lagi, “sesungguhnya bulan rajab adalah bulan Allah, sedang sya’ban adalah bulan saya serta bulan ramadhan merupakan bulan umatku”. “semua manusia akan ada dalam kondisi lapar di hari kiamat, terkecuali beberapa nabi, keluarga nabi serta beberapa orang yang berpuasa di bulan rajab, Karena itu sebenarnya mereka kenyang, serta akan tidak terasa lapar dan haus buat mereka”.


Hari serta Tanggal Menunaikan Puasa Rajab

Tidak ada dalil spesial yang mengatakan saran berapakah hari serta tanggal berapakah pelaksanaan puasa rajab. Namun, makin banyak dikerjakan, maka dapat makin luas juga fadhilah yang bisa didapat.

Kita dapat mengawali puasa sunnah ini dari mulai tanggal 1 rajab sampai tanggal 29 rajab. Jumlahnya hari pelaksanaan puasa rajab bergantung pada potensi serta tekad kita. Bila makin banyak, pasti tidak hanya makin besar juga pahala yang bisa didapat, kita dapat juga memperoleh persiapan fisik serta rohaniah untuk melawan bulan yang penuh karunia, yakni bulan suci Ramadhan yang telah di muka mata.

Puasa di bulan rajab mempunyai persamaan langkah dengan puasa di bulan Ramadhan. Saat berpuasa, kita mesti betul-betul mengawasi semua anggota tubuh kita dari semua bentuk kemungkaran. Janganlah lupa juga untuk perbanyak beribadah lainnya supaya ridho Alloh betul-betul sampai pada kita.

Mungkin saja itu saja penguraian selintas info tentang kemauan puasa rajab yang kami berikan. Mudah-mudahan sesudah tahu bacaan kemauan itu bersama keutamaan-keutamaan, fadhilah serta hikmah yang didapat dengan melakukan puasa sunah rajab ini, kita makin terpacu serta semangat untuk selalu melaksanakan ibadah.

Jadwal Puasa Rajab 2019 Berapa Hari

Umat Islam disarankan untuk menunaikan beribadah puasa pada Bulan Rajab. Mereka disarankan untuk isi salah sebulan baik dalam Islam dengan beribadah puasa. Tapi bagaimana dengan jumlahnya hari serta ketetapan berkaitan waktu puasa Rajab?

Al-Quran serta hadits tidak menjelaskan dengan detil berkaitan jumlahnya hari serta ketetapan waktu puasa Rajab. Tidak ada ketetapan tentang hari apakah serta berapakah hari disarankan untuk puasa Rajab.

Tapi beberapa teman dekat Rasulullah SAW memakruhkan puasa Rajab satu bulan penuh. Hal seperti ini dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin di bawah ini :

وكره بعض الصحابة أن يصام رجب كله حتى لا يضاهي بشهر رمضان فالأشهر الفاضلة ذو الحجة والمحرم ورجب وشعبان

Berarti, “Sejumlah teman dekat Rasulullah SAW mengatakan makruh puasa Rajab satu bulan penuh supaya tidak mirip Bulan Ramadhan. Bulan-bulan utama itu Dzulhijjah, Muharram, Rajab, serta Sya‘ban, ” (Lihat Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Kairo : Darus Syi‘ib, tanpa catatan tahun, juz III, halaman 431).

Berdasar pada saran beberapa teman dekat Rasulullah SAW, kita dimakruhkan untuk menunaikan puasa Rajab satu bulan penuh. Tapi kalaupun kita berpuasa beberapa waktu di bulan Rajab, karena itu tidak makruh. Hal seperti ini dijelaskan oleh Sayyid Muhammad Az-Zabidi saat menjelaskan ungkapan Ihya’ Ulumiddin dalam karyanya Ithafus Sadatil Muttaqin di bawah ini :

وكره بعض الصحابة) رضوان الله عليهم (أن يصام) شهر (رجب كله حتى لا يضاهي بشهر رمضان) ولو صام منه أياما وأفطر أياما فلا كراهة (و الأشهر الفاضلة) الشريفة أربعة (ذو الحجة والمحرم ورجب وشعبان) وأفضلهن المحرم كما سبق عن النووي وقيل رجب وهو قول صاحب البحر ورده النووي كما تقدم

Berarti, “Sejumlah teman dekat) ridhwanullahi alaihim (mengatakan makruh puasa) bulan (Rajab satu bulan penuh supaya tidak mirip Bulan Ramadhan.) Tapi kalaupun seorang ingin berpuasa beberapa waktu di Bulan Rajab serta tidak berpuasa beberapa waktu, karena itu itu tidak makruh. (Bulan-bulan utama) yang mulia (itu) ada empat (Dzulhijjah, Muharram, Rajab, serta Sya‘ban). Yang paling penting dari semuanya merupakan Bulan Muharram seperti keterangan waktu lalu dari Imam An-Nawawi. Ada ulama yang menyampaikan jika yang paling penting merupakan Bulan Rajab, yakni saran penulis kitab Al-Bahr. Tapi pandangan ini tidak diterima oleh Imam An-Nawawi seperti uraian waktu lalu, ” (Lihat Sayyid Muhammad Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin, Beirut : Muassasatut Tarikh Al-Arabi, 1994 M/1414 H, juz IV, halaman 257).

Dari info ini, kita bisa menarik simpulan jika puasa Rajab bisa dikerjakan beberapa waktu. Sedang harinya tidak dipastikan. Wallahu a‘lam.

Keutamaan Bacaan Doa Niat Puasa Tasu'a Dan Asyura 9 10 Muharram 2018

Keutamaan Bacaan Doa Niat Puasa Tasu'a Dan Asyura 9 10 Muharram 2018 - Bulan Muharram merupakan bulan suci yang dipenuhi oleh keberkahan. Bulan Muharram disebutkan menjadi bulannya ALLAH SWT, serta disitulah Allah banyak memberi rahmat-NYA pada umat Muslim yang ingin menggerakkan perintah-perintah-NYA termasuk juga beribadah harus serta sunnah. Mendekati pertengahan bulan Muharram, yakni tanggal 10 Muharram merupakan waktu yang sangat pas untuk menggali banyak pahala. Diantaranya yakni puasa Asyura. Puasa yang mempunyai banyak keutamaan serta kelebihan.

Karena puasa pada bulan Muharram bukan adalah puasa harus, akan tetapi cuma puasa sunnah. Karena itu waktu baca lafadz tujuannya dapat dikerjakan saat malam hari sampai siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu dzuhur). Puasa digerakkan seperti puasa Ramadhan, yakni makan sahur pada pagi hari sebelum subuh serta berbuka sesudah adzan maghrib bergema.

Puasa tasu’a merupakan puasa sunnah yang dikerjakan di hari ke-9 muharram. Sedang puasa ‘asyura merupakan puasa sunnah di hari ke-10 Bulan Muharam. Imam Nawawi rahimahullah berkata jika bulan Muharram merupakan bulan yang sangat afdhol untuk berpuasa. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8 : 50. Di dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi –rahimahullah- membawakan hadits yang terkait dengan keutamaan serta saran puasa sunnah pada bulan Muharram, yakni puasa hari ‘Asyura (10 Muharram) serta Tasu’a (9 Muharram).

Keutamaan Puasa Asyura

عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال : ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu Qatadah – radhiyallahu ‘anhu -, jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tanya mengenai puasa hari ‘Asyura.

Beliau menjawab, “ (Puasa itu) Menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Saran Puasa Tasu’a

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata jika saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan puasa hari ’Asyura serta ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَو�'مٌ تُعَظِّمُهُ ال�'يَهُودُ وَالنَّصَارَى.

“Wahai Rasulullah, hari ini merupakan hari yang diagungkan oleh Yahudi serta Nashrani. ” Lalu beliau menyampaikan,

فَإِذَا كَانَ ال�'عَامُ ال�'مُق�'بِلُ – إِن�' شَاءَ اللَّهُ – صُم�'نَا ال�'يَو�'مَ التَّاسِعَ

“Apabila datang tahun kedepan –insya Allah (bila Allah menginginkan) – kita akan berpuasa juga di hari ke-9. ” Ibnu Abbas menyampaikan,

فَلَم�' يَأ�'تِ ال�'عَامُ ال�'مُق�'بِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Belum sampai tahun kedepan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam telah keburu wafat. ” (HR. Muslim no. 1134)

Arah Tidak Mirip (Tasyabbuh) dengan Yahudi

Mengapa semestinya memberikan dengan hari ke-9 untuk berpuasa?

Kata Imam Nawawi rahimahullah, beberapa ulama berkata jika tujuannya untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itu yang diperlihatkan dalam hadits diatas. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8 : 14.

Lebih Memiliki hak Muslim Di banding Yahudi

Sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau lihat jika beberapa orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Beliau juga menanyakan pada mereka mengenai hal itu. Karena itu beberapa orang Yahudi itu menjawab, “Hari ini merupakan hari di mana Allah sudah selamatkan Musa serta kaumnya, dan celakanya Fir’aun dan pengikutnya. Oleh karena itu kami berpuasa menjadi perasaan sukur pada Allah”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih memiliki hak pada Musa dibanding kalian”.

Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan orang yang sangat memiliki hak pada Nabi Musa dibanding beberapa orang Yahudi itu, karena mereka kafir pada Nabi Musa, Nabi Isa serta Muhammad.

Karena itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura serta memerintah manusia untuk berpuasa juga di hari itu.

Beliau juga memerintah untuk menyelisihi Yahudi yang cuma berpuasa di hari ‘Asyura, dengan berpuasa di hari ke-9 atau hari kesebelas bersama-sama dengan puasa di hari ke-10 (‘Asyura), atau ketiganya.

Tiga kondisi Melakukan Puasa Asyura

Oleh karenanya beberapa ulama seperti Ibnul Qayyim serta yang tidak hanya beliau mengatakan jika puasa ‘Asyura terdiri jadi tiga kondisi :

Berpuasa di hari ‘Asyura (10 Muharram) serta Tasu’ah (9 Muharram), ini yang sangat afdhal.
Berpuasa di hari ‘Asyura (10 Muharram) serta tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya dibanding yang pertama. Umumnya karena lewatkan Tasu’ah (9 Muharram).
Berpuasa di hari ‘Asyura saja, beberapa ulama memakruhkannya, karena Rasulullah memerintah untuk menyelisihi Yahudi. Akan tetapi beberapa ulama yang lainnya memberikan kemudahan (tidak menganggap makruh).

Hal seperti ini bisa kita mengerti dari hadis Rasulullah SAW. “Dari Ibnu Abbas RA berkata : ‘Nabi SAW datang di Madinah, karena itu beliau lihat beberapa orang Yahudi berpuasa hari Asyura’. Beliau menanyakan pada mereka : ‘Ada apakah ini? ’ Mereka menjawab, ‘Ini merupakan hari yang baik. Di hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Karena itu Nabi Musa berpuasa di hari ini. ’ Nabi SAW bersabda, ‘Saya lebih wajar dengan Nabi Musa dibanding kalian. Karena itu beliau berpuasa Asyura serta memerintah beberapa teman dekat untuk berpuasa Asura’. ” (HR. Bukhari serta Muslim).

Ke empat, meniadakan dosa satu tahun yang kemarin. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura saya meminta pada Allah supaya bisa meniadakan dosa satu tahun yang kemarin. ” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi berkata : “Keutamaannya meniadakan semua dosa-dosa kecil. Atau bisa disebutkan meniadakan semua dosa terkecuali dosa besar. ” (Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).

Dalam praktinya, ada tiga tingkatan dalam melakukan puasa Asyura, seperti yang diutarakan oleh al-Imam asy-Syaukani serta al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau menyampaikan, “Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa pada hari ke-10 saja, tingkatan ke-2 puasa pada hari ke-9 serta ke-10, serta tingkatan ke-3 puasa pada hari ke-9, 10, serta 11. ”

Mudah-mudahan Allah SWT memberi kesehatan jasmani serta rohani pada kita dan memberikan kemampuan agar bisa tingkatkan kualitas serta jumlah amal kita yang diantaranya merupakan melakukan beribadah puasa Asyura yang akan selekasnya hadir. Amin.

Kumpulan Ucapan Idul Adha 2018 Kata Kata Selamat Hari Raya lebaran Haji

Kumpulan Ucapan Idul Adha 2018 Kata Kata Selamat Hari Raya lebaran Haji - Perkataan selamat Idul Adha merupakan beberapa kumpulan serangkaian beberapa kata yang telah dibikin dengan berisi sekitar selamat menyongsong hari raya lebaran qurban yang telah dibuat dalam beberapa kata, seperti pantun, puisi, serta beberapa kata motivasi. Bersamaan berkebangnya tehnologi saat ini, pada hari-hari besar banyak orang telah direpotkan dengan sosial media sekedar untuk mengatakan atau memberi perkataan dan lain-lain. Diantaranya yang akan ramai di sosial media sekarang ini merupakan perkataan selamat Idul Adha.

Hari raya Idul Adha atau kerap juga dimaksud dengan lebaran haji merupakan salah sehari besar buat umat Islam di semua dunia. Akan tetapi rayakan Idul Adha dikit berlainan dengan hari raya Idul Fitri. Hal seperti ini karena Idul Adha memiliki keharusan yang perlu dipenuhi buat orang yang dapat serta berkecukupan yakni berkurban.

Masuk Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Tanggal 1 September 2017 merupakan momentum golongan Muslimin untuk share, suatu momen yang sarat akan arti berawal dari perjuangan Nabi Ibrahim AS serta Puteranya, Ismail dalam penuhi Nazarnya yang terlambat.

Dengan ketaatan penuh Ibrahim AS saat diingatkan lewat mimpi sampai 3x lantas mengambil keputusan untuk penuhi janjinya menyembelih sang Puteranya yang begitu dicintai, Ismail yang saat itu berumur remaja, juga bersedia jadikan ‘sembelihan’ sang Bapak karena keimannya.

Akan tetapi karena kebesaran Allah SWT momen Ismail dibunuh sang Bapak tidak berlangsung, serta pengorbanan Nabi Ibrahim ini dipersembahkan menjadi bentuk ketaatannya pada Rabb-nya, jadi Allah juga ganti ‘Kurban’ itu dengan seekor domba Jantan, Ismail juga selamat. Serta histori pemotongan hewan kurban ini berlanjut sampai saat ini menjadi momen yang begitu sarat akan arti.

Air wudhu basahi muka. Tunaikan Salat merupakan beribadah. Pada hari raya ucapan idul adha 1439 H. Mudah-mudahan sambut bahagia berlimpah.

Ya Allah… Jadikanlah setiap helaan napas kami menjadi bukti cinta kepada-Mu
Jadikanlah kurban kami menjadi jalan panjang mendekati-Mu.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H.

Naik unta pergi berhaji dengan bekal iman serta ketakwaan Idul Adha waktu share, simbol ukhuwan serta persaudaraan.

Nada Takbir menggema sudah di kumandangkan, isyarat idul adha sudah hadir, Ampunan serta barokah mudah-mudahan kita temukan, Selamat hari raya idul adha, Taqabbalallahu Minna wa Minkum.

Jika hutang jangan sampai tidak dibayar, jangan sampai membuat kapok pemberi utang. Mari kita pedulikan lebaran dengan sama-sama memaafkan. Selamat hari raya idul adha.

Bukan kambing atau sapi sebagai esensi dari kurban, namun tawadhu (kerendahan hati) dan keikhlasan, itu makna kurban yang sebenarnya.

Mudah-mudahan hari-harimu nantinya dipenuhi kelezatan, selezat daging kurban. Imanmu dikasihkan keteguhan, seteguh Ismail. Dan hidupmu dipenuhi tuntunan seperti Ibrahim sang kekasih Tuhan.

Semua anggota tubuh terhentak semangat, Saat takbir dilantunkan di semua pelosok negeri, Kedatangan Idul Adha sudah dinantikan, Kambing dan sapi sajian pada pagi hari.

Ayam berkokok menyambut pagi, Tunaikan Shalat ied dengan sanak saudari, Keberkahan pagi nan fitri, Semoga Hari Raya Idul Adha ini selalu bermakna.

Senandung Takbir bergema di hati. Mengagungkan kebesaranmu Ilahi Robbi. Memperingatkan begitu kecilnya diri ini. Walau sering melakukan perbuatan salah serta khilaf. Benar-benar maafkan saya teman dekat. Selamat Idul Adha Hari Raya Kurban.